SABTU, 18 JUNI 2016
LHOKSEUMAWE — Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe, menambah program khusus untuk pembinaan nara pidana perempuan di LP tersebut. Pihak LP melatih dan memberi modal kepada napi untuk membuat berbagai jenis kerajian tangan.

Kepala LP Kelas II A Lhokseumawe, Elly Yuzar, kepada Cendana News, Sabtu (18/6/2016), mengatakan, program melatih para napi untuk membuat kerajinan tangan sebanarnya telah lama dilaksanakan. Namun, selama ramadhan, pihaknya menambah porsi latihan agar para napi tidak bosan.
Elly juga menambahkan, bahwa pihaknya juga memberikan mpdal dalam bentuk uang kepada napi perempuan dalam bentuk kelompok. Masing-masing kelompok katanya diberi modal mulai Rp. 2 hinga Rp. 3 juta, sebagai modal awal.
“Kami juga kasih mereka modal untuk beli bahan dan sebagainya, berbagai kebutuhan yang diperlukan oleh mereka. Jadi uang tersebut bisa mereka gunkan untuk beli bahan, untuk beli bahan biasa mereka titip ke keluarga atau petugas lapas yang bantu belikan,” ujar Elly.Tidak hanya sebetas membuat, hasil dari kerajinan tersebut, lanjut Elly, akan dijual dan diikutkan ke berbagai pameran. Hasil kerajinan tangan napi perempuan tersebut kata Elly, juga dibantu pasarkan oleh keluarga para napi di beberapa tempat.
“Jadi, mereka kadang dibantu keluarganya dijual, dibawa ke pasar malam sama keluarganya, disana dijual, kemudian ditaruh juga di beberpa toko. Kemarin itu juga kita ikutkan di pameran kerajinan tangan napi se Indonesia di Jakarta,” katanya.
Elly berharap, nantinya hasil kerajinan tangan karya napi-napi perempuan tersebut dapat menjadi suatu peluang usaha saat para napi selesai menjalani hukuman. Ia juga berharap, melalui berbagai kerajinan tersebut, ada dampak positif yang dilihat oleh masyarakat terhadap LP.
“Setelah mereka bebas menjalani hukuman dan kembali kepada keluarga serta masyarakat, mantan warga binaan sudah mempunyai ketrampilan untuk membuka usaha sendiri. Kemudian, agara masyarakat tahu kalau didalam LP ada berbagai kegiatan positif yang dilakukan,” jelas Elly Yuzar.(Zulfikar Husein)