SELASA, 28 JUNI 2016
SUMENEP — Belum adanya program mudik gratis membuat masyarakat Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terpaksa tetap menggunakan perahu kayu sebagai alat trasportasi laut agar bisa pulang ke kampung halamannya. Padahal menuju pulau tersebut tidaklah sebentar, sehingga mereka membutuhkan waktu sekitar kurang lebih empat jam menenmpuh perjalanan laut.
![]() |
| Perahu kayu yang dijadikan transportasi oleh masyarakat Pulau Raas, Kabupaten Sumenep. |
Seharusnya pemerintah daerah maupun provinsi lebih memperhatikan terhadap nasib warga Pulau Raas saat mudik lebaran, pasalnya masyarakat yang pulang dari perantauan juga sangat menginginkan ketersediaan kapal mudik gratis. Sebab sejak dulu sampai sekarang warga pulau tersebut belum pernah tersentuh dengan adanya mudik gratis yang disediakan oleh pemerintah.
“Kami sejak dulu memang tidak pernah mendapatkan program mudik gratis, padahal pulau tempat tinggal kami tidak dekat, sehingga mestinya pemerintah mempertimbangkan untuk memberikan program mudik gratis. Supaya masyarakat yang mudik lebaran tidak naik perahu kayu, kasihan juga masyarakat, karena mereka juga ingin menikmati kapal gratis,” kata Fauzi Muhfa, Tokoh Pemuda Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Selasa (28/6/2016).

Disebutkan, bahwa dengan menggunakan perahu kayu sebagai alat transportasi mudik lebaran merupakan satu-satunya cara agar masyarakat pulau tersebut bisa tiba ke kampung halaman untuk merayakan lebaran bersama keluarganya. Karena keinginan mendapatkan angkutan mudik gratis dengan menggunakan kapal masih jauh dari harapan, sebab pemerintah sampai sekarang sepertinya belum memiliki inisiatif untuk memberikan mudik gratis.
“Pemerintah semestinya juga memperhatikan nasib warga Pulau Raas, apalagi mudik lebaran ini hanyalah momentum tahunan, masak tidak bisa memberikan program mudik gratis. Terus terang mereka juga merupakan masyarakat daerah ini, sehingga juga punya hak mendapat fasilitas mudik yang layak, agar tidak hanya mengandalkan perahu sebagai trasportasi mudik,” jelasnya.
Keinginan mendapatkan mudik gratis sudah menjadi impian masyarakat Pulau Raas sejak lama, terutama mereka yang menjadi perantauan ke luar daerah untuk mencari rezeki. Namun sayangnya impian tersebut hanyalah seperti mimpi di siang bolong, karena keinginan pemerintah sepertinya bertolak belakang dengan keinginan masyarakat yang ingin mendapatkan mudik gratis.
“Ya kami hanya bisa berharap kepada pemerintah agar bisa memperhatikan masyarakat pulau untuk memberikan program mudik gratis,” pungkasnya. (M. Fahrul)