Jalan ke Sentra Sorgum Likotuden Memprihatinkan

SENIN, 27 JUNI 2016
LARANTUKA — Jalan kabupaten yang menjadi satu-satunya jalan menuju Dusun Likotuden desa Kawalelo kabupaten Flores Timur masih berupa jalan tanah berbatu.
Padahal jalan menuju sentra produksi Sorgum di Dusun Likotuden, Desa Kawalelo ini selalu dikunjungi pejabat negeri ini. Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, wakil bupati Flores Timur serta pejabat dari kementrian pertanian selalu mengunjungi desa ini.

Demikian keluhan yang disampaikan Maria Saing saat ditemui Cendana News. Jelas Maria, jalan sepanjang 10 kilometer dan menjadi satu-satunya akses ke desa ini sudah puluhan tahun dibiarkan apa adanya.
“Jalan hanya digusur saja dengan alat berat saat mantan menteri Perdagangan Marie Pangestu datang dan setelah itu pengerjaan terhenti,” sesalnya.
Gubernur NTT dan wakil bupati Flores Timur kesini saat panen perdana Sorgum tahun 2014 beber penjual ikan ini dan mereka tanyakan ke dinas PU Flores Timur  kenapa jalannya jelek dan dijawab jalannya sedang di survey.
“Survey kok lama sekali padahal sudah 2 tahun ditanyakan namun belum juga diperbaiki,” tuturnya geram.
Bonavensius Tobi Kola ketua kelompok tani UP Sorgum Likotuden juga mengeluhkan hal yang senada. Desa Kawalelo sebutnya sudah terkenal ke luar negeri berkat pengembangan Sorgum yang dalam bahasa Lamaholot dinamakan Wata Blolong, namun akses jalan sangat memprihatinkan.
Pembeli takut ke Likotuden karena biaya transportasinya mahal. Semua pejabat negara selalu kesini apalagi dari kementrian Pertanian yang selalu berkunjung kesini namun dampak terhadap perbaikan jalan tidak terlihat. sebutnya.
“Kami kesulitan mengangkut hasil panen Sorgum dari kebun sebab jalannya berbatu dan kalau naik motor bisa terjatuh. Kalau musim hujan otomatis sepeda motor tidak bisa melintas” papar Boni.
Lain halnya dengan Frans seorang tukang ojek dari Larantuka yang mengantar teman wartawan ke daerah ini. Frans terkejut, ternyata di Flores Timur masih ada jalan yang kondisinya rusak parah seperti ini.
“Katanya daerah ini sudah terkenal ke luar negeri dan sering didatangi orang asing yang ingin melihat kebun Sorgum,tapi kalau jalannya seperti ini siapa yang sanggup,” kata Frans geram.
Frans mengakui, kalau sejak awal dirinya mengetahui jalannya jelek dirinya tidak mau ke daerah ini karena selain membuat sepeda motor rusak, badan juga pegal-pegal dan sangat riskan mengalami kecelakaan.
“Masa pemerintah daerah tidak malu melihat kondisi jalan seperti ini saat mengetahui orang asing dan pejabat dari pusat sering berkunjung ke daerah ini,” tanya Frans penuh keheranan.
Disaksikan Cendana News, sejak berbelok dari jalan negara menuju desa Kawalelo,aspal mulus menghipnotis pengendara sejauh 1 kilometer. Selebihnya merupakan tahapan uji nyali.

Bebatuan besar sekepalan tangan orang dewasa serta kerikil tajam berserakan sepanjang 9 kilometer lebih menuju dusun Likotuden di ujung desa.
Beberapa kali sepeda motor yang dikendarai Cendana News harus tergelincir dan hampir terperosok ke laut yang persis berada di sebelah utara jalan.(Ebed de Rosary)
Lihat juga...