Selama Ramadhan, Masih Banya Ditemukan Makanan Mengandung Borak dan Roda min B

MINGGU, 12 JUNI 2016

MATARAM — Selama beberapa hari pelaksanaan ibadah puasa ramadhan, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Mataram bersama BPOM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan sidak, ke sejumlah pasar tradisional dan pedagang makanan siap saji di sejumlah titik pinggiran jalan Kota Mataram.

“Hasilnya, petugas menemukan masih terdapa banyaknya makanan mengandung. zat berbahaya yang dicampurkan dengan makanan mentah maupun siap saji yang dijual, berupa borak dan roda min B” kata Kepala BPOM Kota Mataram, I Gede Nyoman Suandi Minggu (12/6/2016).
Suandi mengatakan, jenis makanan yang paling banyak ditemukan mengandung borak adalah kerupuk dan tahu, sementara roda min B banyak ditemukan pada bumbu.  terasi yang banyak digunakan penjual sayuran siap saji di beberapa titik pinggiran jalan, seperti Kelurah Kekalik, Pgutan dan Ampenan.
Ia mengatakan, hasil tersebut didapatkan berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan petugas BPOM terhadap berbagai jenis produk makanan yang dijual pedagang.
Terhadap temuan tersebut, pihaknya telah meminta para pedagang untuk tidak lagi menjual makanan yang mengandung borak atau mengandung roda min B, termasuk melakukan pembinaan terhadap produsen pembuat kerupuk, tahu maupun terasi.
“Pembinaan dan pengawasan akan terus dilakukan sampai jelang lebaran, penyitaan dan sangsi pidana bisa saja akan dilakukan bagi pedagang maupun produsen yang tetap menjual makanan mengandung borak dan roda min B, karena sangat berbahaya bagi kesehatan” ungkapnya.
Lebih lanjut, Suandi menambahkan, momen puasa ramadhan seperti sekarang, di mana keramaian warga berbelanja kebutuhan, baik di pasar tradisional maupun pinggiran jalan, kerap dimanfaatkan para pedagang menggunakan bahan pengawet untuk mendapatkan keuntungan.(Turmuzi)
Lihat juga...