LAMPUNG — Sebuah ruangan dengan kondisi sangat nyaman, kursi empuk, beberapa tempat tidur bayi lengkap dengan mainan untuk anak serta berpendingin Air Conditioner (AC) berada di loby penumpang pelabuhan Bakauheni. Ruang berukuran 2×4 meter tersebut sengaja disediakan oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bakauheni untuk ruang laktasi atau ruang khusus ibu menyusui di pelabuhan Bakauheni. Ruangan sengaja dipilih berada di samping area ruang tunggu sebelum calon penumpang memasuki area gangway menuju ke setiap dermaga dimana kapal Roll on roll off (Roro) akan membawa penumpang dari Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung menuju Pelabuhan Merak, Provinsi Banten.
Salah satu supervisi sarana PT ASDP Bakauheni, Arthur, mengungkapkan fasilitas ruang laktasi tersebut sudah disediakan oleh PT ASDP sejak lama bahkan cukup nyaman untuk kaum ibu yang membawa serta bayinya dalam perjalanan terutama ibu yang masih memberikan Air Susu Ibu (ASI) ekslusif bagi anaknya. Meski demikian dilihat dari buku tamu yang ada di ruangan tersebut, ruangan tersebut belum digunakan secara maksimal. Tercatat sepanjang tahun 2015 baru terdapat 10 pengguna ruangan tersebut yang tercatat dalam buku tamu. Lemari kaca yang disediakan pun terlihat kosong tanpa perabotan meski bertujuan untuk meletakkan beberapa perlengkapan bermain bagi anak.
“Raung laktasi atau ruangan menyusui di sini sudah ada setahun lebih namun kalau dilihat jarang yang mempergunakannya meski sudah ada sosialisasi,petunjuk dan petugas yang mengarahkan namun ya kembali ke penumpang mau menggunakan atau tidak,”ungkap Arthur mendampingi General Manager PT ASDP Bakauheni, Eddy Hermawan, saat dikonfirmasi media Cendananews, Selasa (28/6/2016).
Ruangan yang strategis berada di bagian loby setelah penumpang membeli tiket tersebut sengaja disediakan bagi ibu menyusui yang akan naik ke kapal pada hari biasa atau pada saat arus liburan seperti arus mudik lebaran tahun ini. Sebuah petunjuk dengan tulisan berwarna hijau bertuliskan warna putih “Ruang ibu dan Anak” cukup terlihat menempel di pintu kaca ruangan tersebut. Selain digunakan sebagai ruang menyusui, ruangan tersebut juga diberikan khusus untuk kaum ibu yang membawa anak kecil agar tidak berada dalam kerumunan orang banyak yang sering mengakibatkan anak menangis atau ketakutan.
“Saat ada wanita yang membawa anak dan menyusui atau anaknya menangis akan diarahkan petugas ke sini, anaknya pun bisa bermain dengan adanya mainan yang disiapkan agar anak merasa nyaman sebelum melanjutkan perjalanan,”ungkapnya.
Salah satu ibu rumah tangga (RT) yang membawa bayi berumur 10 bulan, Ani (24) mengaku tidak menggunakan ruangan tersebut dengan alasan meski dirinya masih memberikan Air Susu Ibu (ASI) selama perjalanan mudik dirinya menyiapkan botol susu formula untuk anaknya. Selain tak ingin repot harus menunggu di ruangan khusus menyusui ia tak ingin berlama lama di pelabuhan karena ingin segera sampai tujuan di rumahnya di Serang Banten.
Selain ruangan laktasi, pihak PT ASDP juga menyiapkan jalur khusus untuk penumpang disabilitas. Jalur khusus tersebut diantaranya tidak diberi palang khusus dan hanya dibatasi dengan pintu khusus yang terhubung dengan tangga tanpa anak tangga untuk memudahkan penumpang diantar oleh petugas menggunakan kursi roda.
“Selain ruangan laktasi ini, untuk memberi kenyamanan bagi ibu menyusui, kami sediakan juga jalur khusus untuk penyandang cacat dan petugas disiapkan lengkap dengan kursi roda,”ungkap Arthur.
Jalur khusus tersebut dipisahkan dari penumpang umum untuk memberi kesempatan calon penumpang yang karena keterbatasannya tidak bisa berjalan di gangway yang cukup jauh. Meski jalur untuk penumpang disabilitas namun bagi penumpang lanjut usia yang mengalami kesulitan berjalan petugas dengan perlengkapan kursi roda disiapkan menghantar penumpang hingga ke dalam kapal.
Arthur mengakui jelang puncak arus mudik tahun 2016/1437 Hijriyah arus penumpang pejalan kaki yang akan menuju ke Pulau Jawa menggunakan jasa penyeberangan kapal laut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Bahkan beberapa kapal masih mengangkut penumpang pejalan kaki rata rata 100-200 orang meski kapasitas penumpang pejalan kaki di setiap kapal mencapai 500-700 orang. Peningkatan penumpang pejalan kaki dalam arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-4 (4 Hari sebelum lebaran Idul Fitri) dimana beberapa perusahaan telah meliburkan karyawannya. (Henk Widi)