Persiapan Angkut Pemudik Pada Idul Fitri 2016 Organda Siagakan 579 Bus

JUMAT, 17 JUNI 2016

LAMPUNG — Hadapi angkutan mudik Idul Fitri tahun 2016/1437 Hijriyah organisasi angkutan darat (Organda) Lampung menyiapkan lebih kurang 579 unit bus yang siap dioperasikan sebagai armada mengangkut pemudik yang akan berlibur di kampung halamannya. Ketua Organisasi Angkutan Darat Provinsi Lampung, I Ketut Pasek, mengungkapkan ratusan bus tersebut berasal dari sebanyak 53 perusahaan otobus (PO) yang terdaftar di Organda Lampung.

Bus sebanyak 579 unit tersebut diantaranya melayani angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP) untuk beberapa trayek di wilayah Lampung serta trayek ke luar provinsi Lampung. Meski organda mencatat jumlah armada bus sebanyak itu namun I Ketut Pasek mengungkapkan belum pasti seluruh bus layak menjadi armada angkutan mudik. Kewenangan terkait kondisi kelaikan kendaraan berada di Dinas Perhubungan Provinsi Lampung yang melakukan pengecekan baik fisik maupun administratif kendaraan.
“Pemeriksaan fisik kendaraan,administrasi serta kondisi para pengemudi akan dilakukan oleh Dishub agar tidak terjadi kejadian kecelakaan akibat kondisi bus yang tak laik jalan serta pengemudi tidak dalam kondisi prima”terang ketua Organda Lampung tersebut, Jumat (17/6/2016)
Berbagai persiapan para pengusaha bus diharapkan olehnya agar mempersiapkan kondisi bus yang akan dipergunakan untuk angkutan arus mudik tahun ini untuk meminimalisir insiden selama angkutan mudik. Bahkan berdasarkan hasil rapat Organda seluruh Indonesia bersama Menteri Perhubungan beberapa waktu lalu,pihaknya menargetkan angkutan lebaran tahun 2016 diharapkan nihil kecelakaan.
Persiapan armada bus juga ditambah dengan persiapan sistem penjualan tiket di Pelabuhan Bakauheni Lampung. Bendahara DPC Organda khusus cabang Bakauheni, Murza, mengakui sistem penjualan tiket terpadu sempat diterapkan di pelabuhan Bakauheni sehingga penumpang dari Pelabuhan Merak bisa membeli tiket terusan bus. Namun sistem tersebut sempat dihentikan karena beberapa perusahaan bus dan travel terutama para pencari penumpang merasa keberatan.
“Kita sebagai organda menginginkan ketertiban dan memberi kenyamanan bagi penumpang namun jika dihentikan kita akan berkoordinasi dengan pihak terkait apakah sistem tiket terusan akan dilanjut atau tidak”ungkapnya.
Terkait pemeriksaan fisik dan administratif, sebelumnya Kasi Prasarana Keselamatan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, Deni Wirawan,mengungkapkan puluhan kendaraan bus telah diperiksa dan sebagian ditemukan masih dalam kondisi belum laik baik fisik maupun administratif.
“Kita lakukan pengecekan bersama Dishub Provinsi secara sinergi diperiksa di beberapa terminal dan dicatat serta diberi tanda sehingga terpantau bus yang belum diperiksa”terang Deni.
Pemeriksaan kelaikan kendaraan secara bertahap mulai fisik,administratif,bahkan kondisi kesehatan pengemudi dilakukan dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten untuk menghindari pengemudi mengkonsumsi obat berbahaya dan terlarang.
Pemeriksaan bus untuk angkutan arus mudik diantaranya mencakup kondisi mesin, sistem pengereman, ban, lampu, wiper, serta fasilitas tanggap darurat diantaranya pemadam kebakaran ringan serta pintu darurat atau palu pemecah kaca. Pemeriksaan berbagai hal berkaitan dengan armada angkutan mudik dilakukan ungkap Deni,untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pemudik serta pengguna jasa perhubungan menggunakan kendaraan bus.(Henk Widi)
Lihat juga...