KAMIS, 30 JUNI 2016
LHOKSEUMAWE — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengeluhkan minimnya pengetahuan agama kalangan remaja. Hal tersebut dapat menjadi salah satu pemicu terjadi konflik kekerasan agama.

“Remaja atau anak-anak sekolah itu sangat rentan, pengetahuan agama yang minim dapat menimbulkan konflik yang mengatasnamakan agama suatu saat,” ujar Saifuddin, Sekretaris FKUB Aceh Utara, kepada Cendana News, Kamis (30/6/2016).
Saifuddin menambahkan, saat ini persoalan saling menghargai antara umat satu agama dengan umat agama lain di Aceh Utara terbilang cukup baik. Menurutnya, kasus yang kerap terjadi di Aceh Utara saat ini yang sering terjadi adalah perselisihan sesama umat yang sama agamanya.
“Sama dengan agama sendiri, ini yang sering menjadi konflik, perbedaan pemahaman dan sebagainya. Potensi ini yang cukup besar di wilayah kita, ini yang harus kita bendung, kita atasi agar tidak terjadi,” kata Saifuddin.
Untuk itu katanya, FKUB Aceh Utara menggelar beberapa program untuk penguatan pemahaman agama.
“Programnya adalah penguatan akidah, terutama kepada remaja-remaja, kita masuk ke sekolah-sekolah melakukan penguatan akidah dan sosialisasi-sosialisasi,” katanya.
FKUB Aceh Utara, menurut Saifuddin, berbeda dengan di sejumlah provinsi lain. FKUB di Aceh, Aceh Utara khususnya, para pengurusnya seluruhnya diisi oleh umat bergama Islam. Hal tersebut karena tidak banyak umat bergama lain di kabupaten tersebut.
“Kita berbeda dengan FKUB yang ada di tempat lain, Jakarta misalkan, disana diluar itu ada banyak orang yang beragama lain, sementara di kita ini mayoritasnya adalah bergama islam,” jelas Saifuddin.
[Zulfikar Husein]