KAMIS, 9 JUNI 2016
YOGYAKARTA — Sejak pekan kemarin, ombak Laut Selatan sangat tinggi, sehingga membuat para nelayan tak bisa melaut. Akibatnya, sejumlah pedagang ikan laut di sejumlah tempat di Sleman pun kesulitan pasokan. Namun, meski sulit pasokan, pedagang ikan laut di banyak daerah mengaku tak berani menaikkan harga.
![]() |
| Yuliyanto, Penjual ikan laut di Sleman |
Ikan laut kini mulai banyak digemari masyarakat. Apalagi, di Bulan Puasa ini. Meski belum ada sepekan, penjualan ikan laut meningkat sebanyak 5 Persen. Namun demikian, naiknya omset penjualan itu tak diikuti dengan naiknya harga jual. Pasalnya, para penjual ikan laut mengaku khawatir jika harga jual dinaikkan, masyarakat akan beralih ke sumber protein lain seperti telur, daging ayam dan lainnya.
Penjual ikan laut di Desa Sendangadi, Mlati, Sleman, Yuliyanto, ditemui Kamis (9/6/2016) mengatakan, sejak setahun terakhir ini memang mulai banyak masyarakat yang gemar makan ikan laut. Namun demikian, jumlahnya masih tergolong minim dan mudah beralih ke komoditas lain jika harga ikan laut mengalami kenaikan. Karenanya, Yuliyanto tak pernah menaikkan harga jual ikan lautnya.
Dengan kondisi tersebut, Yuliyanto mengaku sulit untuk mendapatkan keuntungan. Karena jika pada saat langka akibat cuaca buruk di laut, ikan laut dari para nelayan harganya naik. Sedangkan, Yuliyanto sebagai penjual tak berani menaikkan harga. “Dalam situasi langka ikan laut, saya hanya bisa bertahan dengan tetap mematok harga standar”, akunya.
Yuliyanto menjual beragam ikan laut sepeti tuna, tongkol, patin, salem, kembung, kakap dan udang fanami tambak yang didatangkan dari daerah Pantai di Gunungkidul dan Kulonprogo. Dalam sehari, Yuliyanto mampu menjual sebanyak 20 Kilogram ikan laut beragam jenis. Di Bulan Puasa ini, katanya, penjualan meningkat menjadi 25-30 Kilogram sehari.
Saat ini, kata Yuliyanto, harga jual ikan laut dalam kondisi normal. Yaitu, sebesar Rp. 31.000 perkilo untuk ikan tuna, Rp. 24.000 perkilo untuk ikan tongkol, Rp. 22.000 perkilo untuk kembung, Rp. 27.000 perkilo untuk salem dan udang fanami sebesar Rp. 68.000 perkilonya. “Setiap hari, pasokan ikan sebanyak 20 Kilogram dengan daya tahan selama 4 hari. Lebih dari 4 hari, kalau ikan tidak laku harus dibuang, dan itu menjadi kerugian pedagang seperti saya”, pungkasnya. (koko)