JUMAT, 24 JUNI 2016
JAKARTA–Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu mengatakan bahwa pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Taufiqurahman Ruki tentang proses pimpinan KPK yang meminta BPK melakukan audit investigatif bisa menjadi pintu masuk penyelidikan.

Sebab, menurut Masinton, statement tersebut akan menjadi rambu penunjuk jalan menerobos kebuntuan penyelidikan dugaan skandal korupsi pengadaan lahan RS Sumber Waras.
“Agus Raharjo dan kawan kawan, ibarat orang yang lagi kebingungan untuk mencari jalan keluar, dalam menelusuri kasus RS Sumber Waras,”ujar Masinton di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Jumat (24/6/2016).
“Saya menganalogikan pimpinan KPK saat ini dalam penulusuran jalan penyelidikan kasus RS Sumber Waras seperti berada diujung jalan buntu, saling ‘celingak-celinguk’, tidak tahu harus lewat mana lagi dan tidak punya keberanian menerobos jalan buntu itu,”sambungnya.
Dalam mengusut kasus tersebut, Komisi III berinisiatif memanggil Taufiqurahman Ruki dan kawan-kawan untuk menjelaskan secara langsung proses awal meminta BPK melakukan audit investigatif.
“Pak Ruki akan ke Komisi III usai lebaran,” imbuhnya
Untuk itu, lanjutnya, Komisi Hukum DPR berharap dengan adanya penjelasan langsung Pak Taufiqurahman Ruki setelah lebaran di DPR sangat penting agar penanganan kasus penyelidikan pengadaan lahan RS. Sumber Waras bisa terang benderang.
Seperti diketehui, mantan Ketua KPK, Taufiqurrahman Ruki menyebut kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang dilakukan oleh Pemprov DKI telah merugikan negara.
Bahkan Ruki, mengaku tak paham mengapa para pimpinan KPK periode saat ini mengambil kesimpulan tidak ditemukan unsur pidana. Padahal berdasarkan hasil audit investigasi Lembaga Resmi Negara BPK, menyebut ada kerugian keuangan negara senilai Rp191 miliar.
[Adista Pattisahusiwa]