HBD Peristiwa Mandor, Wawako Pontianak Ajak Masyarakat Pupuk Nasionalisme

SELASA, 28 JUNI 2016


PONTIANAK — Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh masyarakat memupuk rasa nasionalisme demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menjunjung tinggi semangat kepahlawanan dalam melaksanakan dan mesukseskan pembangunan Kota Pontianak.
“Dengan tidak memandang perbedaan suku, agama, ras dan golongan, sehingga nantinya masyarakat Kota Pontianak dapat menjadi masyarakat yang unggul dan maju dalam segala aspek,” kata Edi Rusdi Kamtono pada saat upacara memperingati Hari Berkabung Daerah (HBD) mengenang Peristiwa Mandor di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (28/6/2016).
Peristiwa Mandor Berdarah yang terjadi 72 tahun silam, tepatnya pada tanggal 28 Juni 1944 menyisakan duka yang mendalam terutama bagi rakyat Kalimantan Barat (Kalbar). Tidak sedikit korban yang berjatuhan akibat dieksekusi mati oleh penjajah Jepang yang kala itu menduduki Kalbar. Korban dikubur secara massal di Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Peristiwa Mandor tersebut ditetapkan sebagai Hari Berkabung Daerah (HBD) melalui Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2007 yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Kalbar.
Disebutkan, banyak korban gugur di tangan penjajah Jepang pada Peristiwa Mandor. Para korban dari berbagai kalangan, mulai dari kaum cendikiawan, para raja, sultan dan tokoh masyarakat yang dianggap berpengaruh hingga masyarakat biasa. Selain itu, para korban pun berasal dari berbagai etnis dan agama.
“Oleh karena itu, sudah sepatutnya nilai-nilai persatuan dalam perjuangan dari para pahlawan tersebut dapat kita teladani,” ujar Edi, 
Edi mengajak masyarakat Kota Pontianak, untuk bersama-sama meneladani perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan tersebut dengan cara bersama-sama membangun Kota Pontianak dengan tetap menjunjung nilai-nilai persatuan dan kesatuan.
“Meskipun Kota Pontianak penduduknya heterogen, tetapi kita bisa hidup berdampingan dan saling toleransi. Saya berharap kita semua tetap menjaga kondusifitas Kota Pontianak,” jelas Edi.
[Aceng Mukaram]
Lihat juga...