SENIN, 13 JUNI 2016
SUMENEP — Melonjaknya harga kelapa muda di saat bulan suci Ramadhan rupanya tidak menyurutkan niat masyarakat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur untuk membelinya. Permintaan terus mengalami peningkatan, sehingga harga tersebut sama sekali tidak berpengaruh terhadap berkurangnya konsumen.

Setiap bulan Puasa kelapa muda memang banyak diminati oleh masyarakat untuk dijadikan menu berbuka Puasa, sehingga dalam bulan suci tersebut membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. Omset penjualan barang dagangannya pun meningkat dibandingkan dengan hari biasa.
“Sekarang harga kelapa muda memang mulai naik, tetapi itu sama sekali tidak mempengaruhi terhadap banyaknya konsumen yang membelinya. Karena dalam setiap harinya pembeli yang datang tidak semakin sedikit, sehingga jika bulan Puasa kelapa muda pasti laris manis,” kata Adiyono, salah seorang pedagang kelapa muda di Kabupaten Sumenep, Senin (13/6/2016).
Disebutkan, bahwa dengan momentum bulan suci Ramadhan ini belum ada ceritanya kelapa muda tidak laku, apalagi sekarang ini sudah lama tidak turun hujan, sehingga masyarakat semakin senang menkonsumsi kelapa muda untuk menu buka Puasa. Itupun yang membeli bukan hanya warga daerah ini saja, tetapi juga banyak warga luar daerah yang membeli kelapa muda ke daerah ujung timur Pulau Madura ini.
“Sekarang harga kelapa mudah sudah mencapai Rp. 6000 – 7000 per buah, padahal sebelum bulan Puasa hanya Rp. 4000 per buah. Namun meski harganya cukup tinggi, permintaan dari konsumen meningkat drastis dari hari biasanya,” jelasnya.
Sejak memasuki bulan suci Ramadhan ini penjulan pedagang kelapa muda meningkat sekitar 50 persen, sehingga tak jarang mereka juga merasa kewalahan mencari kelapa muda untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Bahkan tak jarang warga dari luar daerah membelinya cukup banyak karena bukan hanya untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga untuk dijual kembali kepada konsumen di daerahnya masing-masing.
[M. Fahrul]