Dinilai Gagal Jalankan Program Unggulan, Mahasurya Demo Pemda Sumenep

KAMIS, 2 JUNI 2016

SUMENEP —  Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menggelar aksi unjukrasa di depan kantor pemerintah daerah setempat, pada Kamis (2/6/2016). Kedatangan para mahasiswa tersebut untuk mempertanyakan program unggulan bupati dan wakil bupati yang tidak dijalankan secara maksimal, sehingga tidak benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Mereka menilai selama ini program 99 hari bupati dan wakil bupati gagal. Keberadaan masyarakat di ujung timur Pulau Madura masih belum mengalami perkembangan yang signifikan. Bahkan banyak yang tidak mengetahui program apa saja yang telah direalisasikan, karena sangat tertutup, terutama program mencetak wirausahanwan muda.
“Kami kembali datang kesini untuk mempertanyakan janji bupati dan wakil bupati dalam program 99 hari. Karena saat ini sudah selesai, tetapi program unggulan tersebut belum tampak sama sekali kepada masyarakat, jadi itu harus dijelaskan oleh bupati,” kata Muid Mueller, Koordinator Aksi Unjukrasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Kamis (2/6/2016).
Disebutkan, bahwa program unggulan yang selalu digembar-gemborkan selama ini yaitu, mencetak mencetak 5000 wirausahawan muda, tetapi realitanya program tersebut tidak berjalan baik, karena banyak bukan pemuda yang masuk dalam seleksinya. Sehingga pemerintah daerah seperti memang sengaja menutup-nutupi program unggulan itu agar masyarakat tidak mengetahuinya
“Ternyata dalam program mencetak wirausaha muda banyak kakek yang bergentayangan, karena calon wirausaha muda umurnya diatas 40 tahun,” jelasnya.
Selain itu, masih banyak program 99 hari Bupati A. Busyro Karim dan Wakil Bupati Ach. Fauzi yang masih belum mengalami perbaikan, sehingga dari sejak dulu sampai sekarang kondisi Kabupaten Sumenep belum ada perkembangan yang berarti. Maka program unggulan tersebut patut dipertanyakan, apakah benar-benar dijalankan atau hanya dijadikan simbol agar pemerintah dinilai bekerja.
Sementara, Hadi Soetarto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep mengatakan bahwa program 99 hari bupati dan wakil bupati merupakan bentuk komitmen kedepan dalam menjalankan program tersebut. Sehingga apabila memang ada kekurangan masih bisa dilanjutkan masih bisa diperbaiki.
“Jadi masukan para mahasiswa ini akan menjadi spirit bagi pemerintah, maka beri kami waktu untuk melakukan evaluasi terhadap program yang ada,” paparnya.
Dalam aksinya, selain berorasi para mahasiswa ini memakai kain kafan selayaknya pocong yang bergentanyan, mereka juga melakukan tabur bunga dengan tidur dilantai dan membentangkan poster dan sepanduk berupa kecaman guna menagih janji politik bupati dan wakil yang telah digembar-gemborkan kepada masyarakat yang ada di daerah ini.
[M. Fahrul]
Lihat juga...