SENIN, 27 JUNI 2016
LARANTUKA – Warga Desa Blepanawa kecamatan Demon Pagong kabupaten Flores Timur (Flotim) sudah berulang kali mengusulkan agar PDAM Flotim atau Pemda Flotim membangun embung di areal hutan sebelah atas mata air Leto Matan.
Dengan dibangunnya embung, warga yakin debit air di mata air Leto Matan bisa kembali normal. Selain itu warga juga meminta agar penghijauan areal sekitar mata air harus dilakukan.
“Kami sudah berulang kali mengusulkan namun Pemda Flotim sepertinya masa bodoh,” sebut Yoseph Homenara Lein, saat ditemui Minggu (26/6/2016).
Ketua Lembaga Pemangku Adat Blepanawa ini pun kesal sebab mata air yang merupakan satu-satunya sumber air untuk konsumsi warga kota Larantuka ini tidak mendapat perhatian.
“Penghijauan juga cuma dilakukan sekali saja, itu pun oleh anak muda asli suku kami yang mengajak teman-temannya yang peduli untuk menanam berbagai pohon tahun 1999 silam,” tegasnya.
Pengurus Masyarakat Adat Demon Pagong ini berharap agar pemerintah juga peduli terhadap kondisi mata air ini. Menurut Yoseph, nenek moyangnya sudah menyerahkan mata air kepada pemerintah untuk kebutuhan masyarakat tapi jika tidak diurus maka debitnya pun terus menurun.
Mariatmo Lein, anak muda Demon Pagong yang ditemui di Blepanawa mengakui, jika ingin debit air kembali seperti semula maka tidak ada pilihan selain membangun embung sebagai pengumpul air dan memperbanyak penanaman pohon di sekitar mata air.
“Dulu waktu kami lakukan penghijauan pun hanya dengan pohon-pohon yang mudah didapat dan kami lakukan secara swadaya dan sukarela agar warga kota Larantuka tidak krisis air bersih,” ungkapnya.
Guru SMP Lewolaga ini berharap agar pemerintah bisa segera merealisasikan pembangunan embung di dekat mata air demi mencegah berlanjutnya krisis air bersih bagi warga kota Larantuka yang mulai berlangsung dua tahun belakangan ini.
“Kalau dibiarkan lama nantinya akan berdampak kepada warga kota Larantuka.Masyarakat adat Demon Pagong sudah memberikan mata air ini tanpa imbalan, harusnya pemerintah menjaga dan merawatnya untuk kepentingan masyarakat,’ pungkasnya. (Ebed de Rosary)