JUMAT, 10 JUNI 2016
SOLO —- Komandan Korem 074/ Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Maruli Simanjutak, melakukan peninjauan terhadap bendungan yang jebol akibat diterjang banjir, di Jatiyoso, Kabupaten Karanganayar, Jawa Tengah. Kunjungan Danrem itu untuk memastikan pembangunan bendungan, yang sempat dikeluhkan oleh warga, karena gunakan untuk pengairan lahan pertanian.

Ditemani Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Komandan Korem 074/ Warastratama Surakarta melakukan peninjauan terhadap bendungan yang berada di Sungai Jlatah, Plupuh, Jatiyoso. Bendungan yang jebol pada 2013 akibat diterjang banjir itu sebelumnya dimanfaatkan untuk petani di dua Kecamatan, yakni Jatiyoso dan Jatipuro.
“Perbaikan bendungan jebol ini sudah dipelopori Korem 074/ Warastratama sejak 1 Juni lalu. Namun perbaikanya baru sebatas membuat beronjong batu di tubuh bendungan yang jebol,” ujar Komandan Korem 074/ Warastratama Kolonel Inf Maruli Simanjutak saat meninjau perkembangan perbaikan bendungan tersebut pada, Jumat siang (10/6/16).
Dikatakan Danrem 074/ Warastratama, perbaikan bendungan yang jebol ini juga melibatkan warga sekitar. Bersama TNI, warga bergotong royong membuat dam darurat sepanjang 4 meter dengan kedalaman 4 meter.
“Ini sebagai penopang dulu, sebelum dibuat bendungan yang permanen,” jelasnya.
Selain memperbaiki bendungan yang jebol, Danrem juga akan meinta Pemkab Karanganyar membuat embung untuk penampungan air untuk pengairan lahan pertanian. “Ini untuk mendukung petani dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menambahkan, Pemkab akan mengalokasikan anggaran Rp 1,2 miliar di APBD Perubahan 2016, untuk memperbaiki bendungan tersebut. Pembangunan Bendungan Plumpung sendiri merupakan kelanjutan perbaikan irigasi Bon Dukuh, di aliran anak Sungai Jlantah, wilayah hilir senilai Rp 200 juta dan hulu senilai Rp 300 juta.
“Kita akan anggaran di APBD Perubahan sebesar Rp 1,2 milliar. Perbaikan ini mendesak dilakukan, karena jika musim hujan akan semakin kesulitan untuk diperbaiki. Terlebih para warga juga sudah lama menunggu untuk bendungan dibangun kembali,” pungkas Bupati.
[Harun Alrosid]