SENIN, 13 JUNI 2016
SOLO — Cuaca buruk yang menyebabkan gelombang air laut pasang, berdampak langsung terhadap harga ikan laut di pasaran. Di Solo, Jawa Tengah, akibat cuaca ekstrem tersebut membuat harga ikan mengalami kenaikan hingga 50 persen.

Salah satu pemilik Depo Ikan Laut Segar di Pasar Depo, Solo, Rohim mengatakan, akibat gelombang pasang air laut yang cukup tinggi membuat nelayan kesulitan mencari ikan tangkapan. Tak hanya takut berlayar, akibat diterjang gelombang tinggi laut, tak sedikit perahu nelayan banyak yang rusak.
“Karena tidak banyak nelayan yang berani mencari ikan, membuat keberadaan ikan laut segar juga sulit. Gelombang tinggi berpengaruh pada jalur distribusi ikan, sehingga mengakibatkan keterlambatan pengiriman. Karena pasokan ikan turun lonjakan harga ikan tak terhindarkan,” ucapnya kepada Cendana News, Senin siang (13/6/16).
Diterangkan Rohim, kenaikan harga ikan laut segar ini terjadi sepekan terakhir. Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada jenis cumi-cumi dan udang laut yang kenaikannya mencapai 50 persen. Jika hari biasa harga kedua jenis ikan laut itu berkisar Rp 35 ribu – Rp 40 ribu per ons, kini naik menjadi Rp 60 ribu – Rp 70 ribu per ons. Berbeda untuk jenis ikan tuna, salem, tongkol, barakuda, kabus, kembung, dan lainnya, rata rata mengalami kenaikan 5 ribu rupiah dari harga normal.
“Sejak gelombang pasang jumlah pasokan yang masuk ke Depo juga berkurang, dari yang semua 7-8 kwintal perharinya, saat ini hanya 4 kwintal. Itupun masih tergolong cukup banyak, jika pasokan sangat minim harga ikan segar juga semakin tinggi,” imbuhya.
Kenaikan harga ikan laut segar ini juga berdampak dengan pecinta komuditi tersebut. Sebab, kenaikan harga yang cukup tinggi ini mengakibatkan pembeli mengurangi jumlah pembeliannya. “Kenaikan harga ikan laut ini jelas mempengaruhi kondisi kantong, apalagi kalau sudah berkeluarga. Harus lebih pandai-pandai mengatur uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari,” tandas Ovi Cahyani salah satu penggemar ikan laut di Pasar Ikan Depok, Solo. (Harun Alrosid).