Beberapa Jalan Protokol di Jakarta Diaspal Ulang

SABTU, 11 JUNI 2016

JAKARTA — Perlahan tapi pasti, saat ini hampir seluruh jalan-jalan protokol yang ada di Ibukota Jakarta sedang diaspal ulang, salah satunya adalah jalan protokol yang berada di sekeliling kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, yaitu mulai Jalan Medan Merdeka Utara-Medan Merdeka Barat-Merdeka Selatan hingga Jalan Medan Medan Merdeka Timur.
Pengaspalan ulang tentu saja membuat jalan-jalan di Ibukota Jakarta semakin mulus dan bagus, maklum sudah lama jalan-jalan tersebut belum diaspal, sehingga banyak permukaan jalan yang bergelombang tidak rata dan banyak yang berlubang. Keadaan ini tentu saja mengganggu dan dapat membahayakan para pengendara kendaraan bermotor, terutama sepeda motor.
Pantauan Cendana News, Sabtu siang (11/6/2016) beberapa alat-alat berat terkait dengan proyek pengaspalan ulang saat ini sedang beristirahat dan terparkir di sebelah timur kawasan Monas, Jakarta Pusat. Untuk menghindari kemacetan dan kepadatan arus lalu lintas kendaraan bermotor, maka pengerjaan proyek pengaspalan ulang dilakukan di malam hari mulai pukul 23:00 WIB hingga pukul 05:00 WIB.
Namun sayangnya setelah selesai dilakukan pengaspalan ulang sehingga jalan menjadi bagus dan mulus, kebanyakan laju kendaraan kendaraan bermotor terutama jenis mobil pribadi dan sepeda motor terasa lebih kencang dari biasanya alias ngebut. Kecepatan Rata-ratanya mengalami peningkatan yang signifikan karena para pengendara melihat permukaan jalannya mulus dan halus, karena baru diaspal ulang.
Sony, seorang pengendara sepeda motor mengatakan “sejak Jalan Medan Merdeka Selatan diaspal ulang, kecepatan Rata-rata kendaraan bermotor cenderung mengalami peningkatan, biasanya mereka mulai menggeber laju kendaraannya selepas dari Traffic Light, ibaratnya cepet-cepetan siapa yang duluan, ya kayak semacam balapan lah, namun biasanya di ujung jalan ada petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dan petugas Dinas Perhubungan mengatur lalu lintas, dengan demikian kecepatan otomatis akan berkurang” terangnya kepada Cendana News, Sabtu (11/6/2016).
[Eko Sulestyono]
Lihat juga...