Kurang Pasokan, Penjual Timun Suri Musiman Berkurang Drastis

SABTU, 11 JUNI 2016

BANDUNG — Tak seperti Ramadan tahun-tahun sebelumnya, dimana penjual musiman timun suri menjamur di Jalan Buah Batu, Kota Bandung. Namun pada Ramadan 1437 hijriyah ini, hanya tersisa dua pedagang. Salah satu pedagang timun suri, Deden Maman (42) mengaku sudah dua tahun ini banyak yang tutup lapak.
“Dari 12 pedagang, tahun kemarin sisa tiga dan sekarang tinggal dua lapak yang bertahan,” ujar Deden, Sabtu (11/6/2016).
Menurutnya kini timun suri sulit didapatkan. Karena itu satu persatu pedagang di Jalan Buah Batu ini mulai tutup lapak. Deden sendiri mendapatkan barang dari Pasar Induk Caringin, Kota Bandung.
“Tapi ya jumlahnya terbatas, biasanya saya dapat satu sampai dua kuintal tapi sekarang susah,” katanya.
Mayoritas penjual di kawasan ini dari Garut, Jawa Barat. Kini yang tak berdagang memilih diam di kampung halaman untuk bertani. Selain bulan Ramadan, Deden pribadi pun bekerja di sawah.
“Tapi kalau bulan Ramadan yang lebih pilih jual timun suri, karena yang beli juga sebenarnya selalu ada. Sehari 50 kilo bisa rata-rata terjual,” ungkap Deden.
Selain kurang pasokan, alasan ramai-ramai tutup lapak juga karena kini tak diperkenankan jualan di depan bangunan yang berada di sepanjang Jalan Buah Batu. Deden memilih berjualan di depan rumah, dan untungnya si pemilik membolehkan asal tidak meninggalkan sampah.
“Kalau harga sekilo saya tawarin Rp. 12 ribu. Tapi yah Rp. 10 ribu juga dijual. Mudah-mudahan di hari ke 10 nanti stok tambah banyak,” katanya.
[Rianto Nudiansyah]
Lihat juga...