SELASA, 7 JUNI 2016
PONTIANAK — Inilah warung kopi Aming. Letaknya di Jalan Haji Abas Satu No.157, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Setiap harinya, warung kopi ini ramai didatangi pengunjung.

Adalah Limin Wong. Pria berusia 36 tahun ini merupakan pemilik warung kopi ini. Ia bercerita, awalnya pertama buka warung kopi sepi.
“Tidak ada karywan. Semua kerja sendiri. Usaha kuliner inikan banyak. Bikin kopi sendiri, pokoknya serba sendiri. Yang membantu ibu. Terus tak lama ada karyawan satu orang pada tahun 2002,” ujar Limin Wong.
Lalu 3 tahun kemudian, budaya ngopi ramai 2005 tepatnya.
“Adik saya sudah ikut ngurus warkop. 2005 udah mulai ramai. Setelah 2005, udah mulai ada banyak langganan hingga sekarang,” ujar Limin Wong.
“Omsetnya dalam sebulan ratusan Juta. Sekarang modal sendiri. Gak ada minjam ke bank. Bantuan keluarga aja. Biji kopi dari Punggur KKR dan Sumatera. Dikirim via jasa pengiriman barang pada musim panen aja. Sekali kirim 10 ton dari Sumatera. Dari Punggur, 100 kilo gram pas panen,” ujar Limin Wong.
?Limin Wong berbagi trik bagaiman usaha dengan baik. Caranya adalah triknya adalah fokus, tekun, ulet dalam bekerja. Menjaga terus kualitasnya. Ikuti terus perkembangan Jaman. Ada inovasi.

“Bagi penikmat kopi, yang tidak datang atau dtk sempat datang, di rumah bisa pesan melalui jasa itu. Harganya beda sedikit. RP 6 ribu. Beda seribu aja. Itu ongkos kirim. Kalau pesan lima frree ongkos kirim. Di bawah lima, dikenakan biaya utk member. Warung kopi adalah rumah kita. Para pengunjung akrab dengan saya, juga dengan akrab dengan karyawan saya. Budaya ngpi memang buming di man-mana,” ujar Limin Wong.
[Aceng Mukaram]