Truk Tanki Oksigen Cair Tabrakan, Empat Pekerja Dikabarkan Meninggal

SENIN, 2 MEI 2016

LAMPUNG — Empat unit pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan yang didatangkan dari BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Ketapang, ditambah mobil pemadam kebakaran dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni dikerahkan ke lokasi kecelakaan lalulintas di simpang Penegolan Desa Hatta Kecamatan Bakauheni. Empat unit mobil pemadam kebakaran tersebut hingga kini masih berusaha melakukan penyiraman tanki oksigen yang terus mengeluarkan asap tersebut.
Salah satu petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Ketapang, Deni, mengungkapkan sementara proses penyemprotan menggunakan air dihentikan karena petugas kesulitan menghentikan kebocoran tangki oksigen akibat ledakan pasca tabrakan.
“Proses penyemprotan dilakukan untuk mencegah bahan bakar yang tumpah dari mesin memercik dan menimbulkan api namun karena ini oksigen cair maka sulit dilakukan pemadaman,”ungkap Deni saat dikonfirmasi Cendana News, dalam proses penyemprotan menggunakan Damkar, Senin (2/5/2016).
Selain susah dipadamkan, kendaraan truk tanki berisi oksigen cair tersebut berada di posisi melintang di jalan. Ia mengungkapkan proses menggeser kendaraan akan dilakukan menggunakan alat berat agar evakuasi korban lain yang masih terjebak di dalam kendaraan.
Kecelakaan lalulintas yang sedang ditangani oleh pihak polisi lalulintas dari Polres Lampung Selatan, Polsek Penengahan, mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Lampung Selatan tersebut hingga empat jam lebih belum bisa ditangani akibat oksigen yang terus mengeluarkan asap dari dalam tangki.
Sebelumnya kecelakaan lalulintas terjadi saat truk bermuatan liquid oxygen asal Pelabuhan Bakauheni yang diduga mengalami rem blong tujuan Bandarlampung bernomor polisi BK 1615 BH meledak di simpang Penegolan Desa Hatta Kecamatan Penengahan.
Sebelum meledak truk tangki tersebut sempat menghantam kendaraan pekerja proyek pengerjaan Jalan Lintas Sumatera di KM 8 Bakauheni tersebut. Akibatnya sebanyak empat pekerja proyek jalan dipastikan meninggal tertimpa truk oksigen cair dan sementara sebagian lain mengalami luka berat dan sebagian berhasil menyelamatkan diri.
Menurut penuturan sang sopir kendaraan colt diesel yang membawa pekerja Jalinsum tersebut, Suwandi, pekerja proyek pengerjaan jalan tersebut saat kejadian berlangsung dirinya sedang memarkir kendaraan di pinggir jalan sementara pekerja akan melakukan proyek penambalan jalan.
“Saya langsung loncat ke semak semak namun enam kawan saya tak sempat menyelamatkan diri bahkan masih ada yang tertimpa kendaraan truk pembawa oksigen”ungkap Suwandi.
Selain kendaraan mobil pekerja yang dihantam truk tangki oksigen, sebuah kendaraan roda dua bernomor polisi BE 4603 ET ikut tertimpa kendaraan truk. Puluhan warga berusaha mengevakuasi para korban yang sebagian masih tertimpa kendaraan sementara ambulans dari Puskesmas Bakauheni, Puskesmas Penengahan dan ambulan milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) dikerahkan untuk mengevakuasi para korban.
Kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Tengah Sumatera yang merupakan jalan nasional tersebut mengakibatkan akses dari dua arah tujuan Pelabuhan macet parah akibat truk melintang di tengah jalan. Puluhan anggota polisi dari Polsek Penengahan bahkan melakukan penjagaan di Jalan Lintas Sumatera perempatan Gayam untuk dialihkan ke Jalan lintas Timur Sumatera.
Alat berat baru bisa dikerahkan setelah beberapa jam kecelakaan terjadi untuk memindahkan kendaraan tanki pembawa oksigen yang melintang di Jalinsum tersebut. Selain mengevakuasi kendaraan yang melintang alat berat dikerahkan untuk menggeser korban lain yang tertimpa tanki pembawa oksigen.[Henk Widi]
Lihat juga...