SELASA, 17 MEI 2016
BALIKPAPAN — Untuk membantu dan memberikan solusi yang berkaitan dengan permasalahan anak dan remaja, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) membuka layanan konseling ramah anak dan remaja (Konsera).
![]() |
| Konseling Ramah Anak dan Remaja di Kantor BPMPPKB kota Balikpapan |
Kepala BPMPPKB kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih mengungkapkan, layanan konsera bertujuan menekan angka kekerasan anak dan perempuan, dimana angka kasus kekerasan anak dan perempuan setiap tahunnya meningkat.
“Berdasarkan data, tiap tahun meningkat bahkan hingga Maret tahun 2016 angka kekerasan sudah mencapai 52 kasus. Dengan layanan, orangtua maupun masyarakat bisa melakukan konseling permasalahan dan solusinya,” terangnya disela pembukaan layanan konseling, Selasa (17/5/2016).
Selain itu, layanan konseling ini untuk menjembatani permasalahan pola asuh anak yang bermasalah dan menjembatani kasus kenakalan yang berujung kekerasan.
“Harapannya dengan dibukanya layanan konseling dapat membantu masyarakat dan menekan angka kekerasan anak maupun perempuan,” ujar Yuyun panggilan akrabnya.
Diketahui layanan konseling ramah anak dan remaja ini dilayani tiga psikolog yang dibuka Senin dan Rabu.
Pada kesempatan itu, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Balikpapan menyebutkan kasus kekerasan anak dan perempuan hingga April 2016 sudah mencapai 58 kasus. Sedangkan tahun 2015 mencapai 106 kasus.
Ketua Umum P2TP2A, Arita Effendi mengungkapkan, jumlah kasus terus meningkat. Bahkan dari jumlah itu didominasi pada kekerasan seksual dan fisik.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan, dan perlu menjaga maupun mendampingi anak-anak kita khususnya pada usia 10-14 tahun karena kasus yang terjadi diusia tersebut,” katanya.
Tidak hanya mendampingi dan konseling, Arita menambahkan sosialisasi ke guru PAUD, TK, SD dan SMP juga akan dilakukan.
[Ferry Cahyanti]