Serapan Gabah Rendah, Babinsa Pantau Aktifitas Pertanian

SENIN, 30 MEI 2016

LAMPUNG — Rendahnya serapan gabah (sergab) dari petani ke Badan Urusan Logistik Lampung Selatan ditengarai faktor rendahnya kemauan menjual padi dan beras yang dipanen. Berbagai langkah telah dilakukan oleh anggota bintara pembina desa (Babinsa) setiap Komando Rayon Militer dengan memantau setiap lahan sawah petani yang memasuki masa panen hingga ke lokasi pabrik penggilingan padi.
Babinsa Koramil 421-03/ Penengahan, Koptu Sudarwanto mengungkapkan, ia telah melakukan pemantauan terhadap ratusan hektar sawah yang sedang memasuki masa panen di Kecamatan Penengahan. Puluhan desa telah disurvei dan didata terutama untuk penyerapan gabah yang dimiliki petani termasuk ke sejumlah penggilingan padi. Khusus di Kecamatan Penengahan sejumlah desa tidak serentak memasuki masa panen sebab sebagian justru memasuki masa tanam.
“Perintah atasan pengecekan luasan lahan pertanian terus kami lakukan berikut dengan jumlah penggilingan padi yang ada di masing masing desa untuk mengetahui produksi padi di setiap desa serta kemungkinan serapan gabah ke Bulog dari petani,” terang Koptu Sudarwanto mendampingi Danramil 03/Penengahan Kapten Sukandi, Senin (30/5/2016)
Ia mengungkapkan, salah satu faktor rendahnya serapan diantaranya saat musim panen Februari-Mei tahun ini hasil gabah yang diperoleh petani cukup rendah akibat penyakit dan hama yang menyerang. Akibatnya lahan seluas satu hektar yang biasanya maksimal mencapai enam ton hanya menghasilkan sebanyak empat ton. Faktor lain diantaranya petani tidak menjual gabah dan beras ke pengepul gabah serta ke Bulog dengan alasan untuk stok dan persiapan lebaran.
Koptu Sudarwanto mengungkapkan, telah mendatangi sejumlah petani dan puluhan pemilik penggilingan padi yang ada di Desa Pasuruan, Desa Klaten serta beberapa desa di Kecamatan Penengahan. Temuan di sejumlah pabrik penggilingan tersebut stok gabah juga menurun serta pemilik padi lebih memilih menyimpan dibanding menjual.
“Sebagian besar petani menyimpan gabah untuk persiapan Ramadhan dan Lebaran dan itu merupakan sesuatu yang menjadi faktor rendahnya serapan gabah dari petani oleh Bulog,”terangnya.
Berdasarkan data pusat penerangan Korem 043 Garuda Hitam tercatat serapan gabah dan beras yang dilakukan Badan Urusan Logistik (Bulog) hasil panen raya petani Lampung Selatan cukup  rendah. Kepala Penerangan Korem 043 Gatam, Mayor Prabowo melalui siaran pers yang diterima Cendana News mengatakan, target serapan panen raya yang diadakan di Kabupaten Lampung Selatan adalah gabah 66.375 ton dan beras mencapai 34.486 ton. Sementara, realisasi gabah hanya mencapai 10.435 ton dan beras hanya 6.626 ton .
Menurut Prabowo, banyaknya petani enggan menjual hasil panennya karena sering ditolak Bulog dengan alasan kadar air terlalu tinggi. Kemudian, faktor utama pembelian gabah dan beras Bulog lebih rendah di pasaran yang menbuat serapan gabah petani (Sergap) tidak mencapai target yang diinginkan.
”Terlalu banyaknya persyaratkan yang di ajukan Bulog ke petani membuat petani lebih memilih menjual ke tengkulak yang tak banyak persyaratan apalagi petani butuh uang cepat,” kata Prabowo.
Pada setiap masa panen tersebut bahkan Babinsa yang ada di Koramil jajaran Kodim 0421/Lampung Selatan mendampingi Bulog dalam rangka penyerapan gabah mitra dan Satgas di Kabupaten Lampung Selatan yang bertujuan mendukung program swasembada pangan nasional yang telah dicanangkan. Berdasarkan catatan mitra Bulog di Lampung Selatan diantaranya ada yang mampu melakukan penyetoran ke Bulog sebesar 15 ton dan ada yang mampu mengirim 20 ton meski serapan tersebut belum memenuhi target.
[Henk Widi]
Lihat juga...