SDN 1 Panengahan dan Puskesmas Lakukan Koordinasi Mutu Jajanan

RABU, 25 MEI 2016

LAMPUNG — Upaya meminimalisasi anak mengonsumsi makanan yang kurang baik, Sekolah Dasar Negeri 1 Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan melakukan kerjasama dengan pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) rawat inap Penengahan. Hal tersebut mencakup sosialisasi dan pengawasan terhadap mutu jajanan, baik untuk pengelola kantin sekolah hingga pedagang yang berjualan.
Kepala Sekolah SDN 1 Pasuruan, Suroto menuturkan, pihak sekolah memberikan pemahaman kepada pengelola kantin dan pedagang tentang makanan apa saja yang sehat dan aman dikonsumsi oleh anak dan masyarakat.
“Kami sudah mendapat penyuluhan dari Puskesmas tentang makanan sehat melalui kegiatan pembinaan sekolah sehat, selanjutnya diteruskan kepada anak didik agar lebih teliti dalam memilih jajanan,” bebernya kepada Cendana News, Rabu (25/5/2016).
Kriteria makanan dan minuman sehat yang layak dikonsumsi bagi anak anak diantaranya tidak mengandung pemanis buatan (aspartam), pewarna buatan seperti pewarna tekstil (rhodamin blue), dan pengawet (borax, formalin). Selain terkait bahan makanan yang digunakan untuk jajanan, makanan harus disajikan dengan cara yang benar, terutama jajanan basah diantaranya dengan menggunakan wadah khusus agar tak dikerumuni lalat dan terkena debu.
“Kami berharap peran masyarakat terutama orang tua untuk mengawasi jajanan anak agar yang dikonsumsi anak itu sehat, selain itu bagi penjual jajanan kami himbau menggunakan bahan yang tidak berbahaya” imbuhnya.
Sementara itu, seorang pedagang jajanan sekolah, Rohman mengaku sangat mendukung langkah sekolah dan Puskesmas dalam melakukan pengawasan.
Pedagang es krim buah ini juga memiliki anak yang duduk di sekolah dasar, sehingga membuat jajanan es krim buah dengan cara yang sehat. Es buah yang dibuatnya merupakan racikan dan hasil kebun yang dibuat sang isteri.
“Sebagai orangtua dan juga wali murid bagi siswa sekolah dasar tentunya saya juga memperhatikan kesehatan siswa dengan membuat es krim yang menggunakan bahan dan cara pengolahan yang sehat,”sebutnya.
Selain penggunaan bahan yang sehat,air yang matang, pembuatan jajanan yang dijual olehnya disajikan dalam bungkus tertutup. Ia dan beberapa pedagang keliling bagi siswa sekolah di sekitar sekolah pun selalu mendapat penyuluhan dari pihak terkait sehingga menjual makanan yang tidak berbahaya.
[Henk Widi]
Lihat juga...