JUMAT, 27 MEI 2016
MATARAM — Kepala Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Bagio Ariyogo Murdjani mengatakan, puluhan ribu masyarakat NTB setiap tahun terancam mengalami kebutaan akibat gangguan pengelihatan mata, karena penyakit katarak.

“Setiap tahun jumlah penderita gangguan pengelihatan mata mencapai 25 ribu orang dan sebagian besar disebabkan oleh penyakit katarak” kata Bagio di Mataram, Jum’at (27/5/2016)
Ia mengungkapkan, hasil surve yang dilakukan Dinas Kesehatan masyarakat, hampir 78 persen ganggun. Pengelihatan mata yang diderita masyarakat di NTB disebabkan karena penyakit katarak dan itu kalau tidak segera mendapatkan pertolongan, bisa mengakibatkan kebutaan pada mata
Dijelaskan, gangguan pengelihatan yang sebagian besar dialami orang tua umur 50 tahun ke atas, selain diakibatkan karena penyakit katarak, juga karena gangguan pencahayaan atau kekurangan vitamim,
“Untuk mengembalikan pengelihatan gangguan pada pengelihatan mata yang sudah sangat parah terkena penyakit katarak sendiri, tidak ada jalan lain selain operasi dengan memasukkan ion” ungkapnya
Ditambahkan Bagio, tingginya angka penderita gangguan mata akibat katarak tersebut membuat BKMM kewalahan dengan rasio dokter yang tersebar di Kabupaten Kota tidak merata yang jumlahnya mencapai 19 orang dan kebanyakan berada di Kota
“Dari 25 ribu orang yang mengalami gangguan pengelihatan mata akibat katarak setiap tahunnya, hanya bisa ditangani BKMM hanya enam sampai delapan ribu orang” pungkasnya. (Turmuzi)