MINGGU, 15 MEI 2016
MATARAM—Selain faktor pendidikan, bidang kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator yang menentukan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) suatu negara termasuk daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kondisi kesehatan masyarakat suatu negara atau daerah, khususnya kesehatan ibu dan anak juga menjadi tolak ukur pembangunan, bagaimana suatu negara akan bisa maju, jika kondisi kesehatan masyarakat memprihatinkan,” kata Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) NTB, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Muhir di Mataram, Minggu (15/5/2016).
Ia menegaskan, PPNI siap mendukung seluruh program pemerintah, baik dalam peran perawat sebagai pegawai dan bukan pegawai. Ia menginstruksikan seluruh anggotanya untuk menjadi motor penggerak di lingkungan masing masing, menjadi pengayom tentang pola hidup yang sehat di masyarakat.
Namun demikian Muhir tidak menampik, PPNI kini sedang dalam fase adaptasi dan antisipasi terhadap berbagai hal baru yang timbul pasca disahkannya UU No. 38 Tahun 2014 tentang keperawatan.
“Karena itulah kita juga berharap kepada Pemda NTB, supaya segera dibentuk peraturan daerah (Perda) tentang perawat sebagai tindak lanjut implementasi UU Keperawatan, sehingga ada payung hukum bagi rekan rekan perawat di daerah,” jelasnya.
Ditambahkan, perawat adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, maka saya mengajak rekan-rekan untuk tetap semangat bekerja dengan loyalitas yang tinggi dan tunjukkan soliditas serta kebersamaan dalam organisasi PPNI. (Turmuzi)