SENIN, 2 MEI 2016
SOLO — Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasdional (Hardiknas), sejumlah siswa dan Sahabat Kapas menggelar aksi di Bundaran Gladak, Solo, Jawa Tengah. Aksi yang juga didukung mantan prajurit TNI, Bagyo itu untuk mengkampayekan stop bullying, karena dinilai sangat merugikan anak dalam tumbuh kembangnya.
![]() |
| Kampanye Stop Bullying |
Sejumlah siswa memilih turun jalan di Bundaran Gladak, untuk menyuarakan akan bahaya bullying atau menghina dan mengejek. Aksi ini dilakukan dengan sosialisasi akan bahaya bullying, yang dapat berakibat fatal bagi anak.
Aksi dengan membawa poster-poster ini tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaranmasyarakat mengenai bahaya bullying. Aksi ini merupakan aksi keprihatinan akan semakin marak yang terjadi di Indonesia. Berdasar data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sejak 2011-2015 tercatat lebih dari 369 pengaduan terkait masalah bullying.
Salah satu pemerhati anak yang juga mantan anggota TNI, Bagyo mengatakan, di zaman sekarang orang tua dituntut mengetahui perkembangan teknologi. Sebab, dengan semakin banyaknya anak-anak yang menggunakan teknologi, membuat mereka mudah menjadi korban bullying. Ia meminta masyarakat tidak meremehkan bullying, karena dengan kata-kata ejekan, anak bisa patah hati, patah semangat, hingga bertindak nekad seperti bunuh diri.
“Mari kita hentikan bullying, ganti dengan kata-kata positif, yang dapat memberikan semangat kepada anak. Bukan kata-kata yang justru membuat anak pesimis dan cenderung menutup diri,” ujarnya saat aksi tersebut, Senin siang (2/1/5/16).
Sementara itu, perwakilan LSM Sahabat Kapas Dian Sasmita menyatakan, hingga 2015 di Indonesia masih banyak anak yang mengalami kekerasan psikis. Melalui momentum hardiknas, Ia ingin membangkitkan masyarakat akan bahaya bullying. Yakni dengan bersama-sama mengawasi anak untuk tidak menjadi korban bullying.
“ Mari kita awasi bersama, jangan sampai anak-anak kita menjadi korban bullying. Mulai dari keluarga, masyarakat hingga lingkungan sekolah,” tekannya.
Kampaye stop bullying ini akan terus diselenggarakan, untuk menekan angka anak menjadi korban. Aksi-aksi stop bullying juga akan digelar dengan pameran karya anak-anak lembaga pemasyarakatan (lapas) yang merupakan anak binaan dari Sahabat Kapas. [Harun Alrosid]