KAMIS, 26 MEI 2016
MERAK — Satu pasukan penanganan anti teroris dari TNI Angkatan Laut bergerak menuju ke KMP Potrlink V di Pelabuhan Merak Provinsi Banten. Kapal milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) berisi ratusan penumpang pejalan kaki dan kendaraan yang berlayar di lintasan Selat Sunda dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni dibajak oleh sekelompok gerombolan yang diduga merupakan aksi pembajakan dan bagian dari terorisme.

Berkat kesigapan berbagai kesatuan tersebut aksi teroris tersebut berhasil dilumpuhkan dan kapal berhasil dibebaskan dari aksi penyanderaan. KMP Portlink V terlihat dipenuhi asap mengepul akibat bagian kapal terbakar oleh aksi teroris. Para teroris berhasil dilumpuhkan saat aksi baku tembak dengan pihak keamanan dan langsung dibawa ke darat untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan beberapa diantaranya tertembak oleh aparat keamanan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Aksi tersebut merupakan rangkaian kegiatan Marine Pollution Exercise (Marpolex) 2016 Dirjen Perhubungan Laut yang diselenggarakan dengan melibatkan berbagai macam instansi terkait berhubungan dengan keselamatan di perairan laut. Sebelum simulasi kegiatan Marine Pollution Exercise (Marpolex) 2016 oleh Dirjen Perhubungan Laut para peserta telah mendapat pembekalan secara teori dan melakukan simulasi kegiatan Marpolex layaknya kejadian nyata.
“Berbagai unsur berhubungan dengan pelabuhan dilibatkan dalam kegiatan Marpolex 2016. Pelaksanaan Marpolex di perairan Selat Sunda dilakukan salah satunya dengan simulasi kapal dibajak oleh teroris serta kegiatan penanganan tumpahan minyak serta kecelakaan laut,”ungkap komandan SAR PT ASDP cabang Merak, Radmiadi saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (26/5/2016).
Penyelengaraan Marpolex 2016, sedikit berbeda dengan penyelenggaraan Marpolex pada tahun-tahun sebelumnya, karena para peserta lebih dahulu mengikuti Pre Exercise (Peningkatan Keterampilan) berupa Manuvra di Laut yang sudah dilakukan beberapa waktu sebelumnya. Pre Exercise (Peningkatan Keterampilan) Marpolex 2016 dilaksanakan dalam 3 (tiga) rangkaian kegiatan yakni pembekalan materi (teori kelas), table top exercise dan manuvra di laut. Pembekalan materi akan disampaikan oleh para Narasumber dari Instansi terkait yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan yang sama dari para peserta Marpolex dalam penanggulangan pencemaran baik dalam latihan maupun ril kenyataan.
Peserta telah dibekali dengan materi yang terkait dengan pengetahuan dalam operasi pengamatan dan pengamanan, pemadaman kebakaran, pencarian dan pertolongan, penanggulangan tumpahan minyak dan penanggulangan dampak tumpahan minyak serta penaggulangan aksi terorisme di laut. Semua materi tersebut baru dilaksanakan simulasi atau diujicoba pada Marpolex 2016 di Perairan Pelabuhan Merak yang merupakan lintasan Selat Sunda.
Setelah menerima pembekalan materi, peserta juga akan mengikuti table top exercise yang meliputi latihan kering dan latihan komunikasi yang dilakukan untuk menguji dan melatih peserta dalam melakukan komunikasi dan kerjasama sesuai dengan skenario dan rencana operasi yang telah disusun.
Kegiatan Marpolex 2016 di Perairan Pelabuhan Merak lintasan Selat Sunda tersebut diikuti oleh berbagai pihak antara lain KPLP, Kantor Adpel, AL, SAR, Pertamina, Pelindo, KP3, KLH, Perhub, dan Kominfo serta beberapa SKPD di Pemkot Cilegon.
Meski pelaksanaan Marpolex tersebut hanya sekedar simulasi, namun sebuah insiden nyata terjadi saat seorang penumpang terjatuh ke laut dari KMP Sebuku sekitar pukul 12.48 WIB pada titik kordinat 05.56.900 S dan 05.56 800 T dengan ciri ciri laki laki yang belum diketahui identitasnya mengenakan baju coklat dengan perkiraan umur sekitar 40 tahun.
“Kami tim SAR tengah melakukan pencarian terhadap dugaan penumpang kapal Sebuku terjatuh ke laut menggunakan kapal penyelamat dan saat ini tengah dilakukan pencarian namun saat ini tengah terjadi hujan dan gelombang tinggi,”ungkap Radmiadi.

Upaya pencarian penumpang yang naik dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni terus dilakukan bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut dan Polair Polda Banten. Dugaan kondisi perairan menjadi penyebab terrjatuhnya penumpang yang hilang tersebut dibenarkan tim pencari sebab kondisi perairan Selat Sunda dalam kondisi gelombang tinggi dengan cuaca hujan deras.
[Henk Widi]