Pemkot Solo Prioritaskan Kaum Difabel Terima Bantuan Usaha

JUM’AT, 6 MEI 2016
SOLO —- Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, mempunyai cara sendiri untuk mengentaskan kaum difabel, yang sering menjadi pengemis, pengamen, maupun glandangan di jalan. Dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan, Pemkot Solo bisa mengentaskan puluhan difabel, dengan memberikan bekal untuk usaha.
Bekal usaha yang diberikan Pemkot Solo kepada puluhan difabel ini berupa bantuan berupa barang. Setidaknya terdapat 30 kaum difabel, yang sebelumnya menjadi pengemis dan pengamen di lampu merah di kota Solo telah dientaskan memasuki pertengahan 2016. Mereka ada yang mendapatkan bantuan berupa etalase untuk berjualan, unit mesin jahit dan unit mesin bros.
“Ini kami berikan secara gratis, karena merupakan bantuan dari CSR Perushaan yang telah bekerjasama dengan Pemkot Solo,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo, Sutarjo, kepada Cendana News, Jumat sore (6/5/16).
Dikatakan lebih lanjut, pemberian bantuan untuk bekal usaha ini dinilai efektif untuk mengentaskan kaum difabel yang sering menjadi pengemis, pengamen dan glandangan di jalan. Sebab, dengan diberikan bantuan ini, mereka tidak lagi turun ke jalan, dan fokus menjalankan usahanya. Total dana CSR yang diberikan keapda 30 penyandang cacat tersebut mencapai Rp 60 juta. 
“Satu paket etalase yang diberikan ini disertai isinya. Seperti Sembilan bahan pokok. Harapannya benar-benar dapat mengentaskan mereka,” tekannya.
Sementara itu, salah satu difabel Solo, Budi  (30), mengaku sangat berterimakasih karena telah mendapatkan bantuan berupa etalase. Menurutnya, kondisi difabel memang harus mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah. Hal ini dikarenakan, untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, menurut Budi kaum difabel sejauh ini masih sulit. 
“Jujur kalau mau bekerja kami sulit. Perusahaan mana yang mau menerima kami dengan kondisi cacat. Meskipun ada jumlahnya pastik sangat minim,” keluhnya.
Warga Jebres, Solo itu juga mengaku  pernah ditertibkan oleh Satpol PP Solo, karena mengamen di lampu merah Baturono, Pasar Kliwon, Solo. Budi yang mendapatkan bantuan etalase akan digunakan untuk berjualan handphone dan deposit pulsa. 
“Iya ini akan saya gunakan untuk berjauan pulsa dan accecoris HP,” terangnya. . 
Diakhir perbincangan dengan Cendana News, Budi kembali meminta agar Pemkot Solo berlaku tegas dalam menertibkan pengemis, pengamen dan glandangan. Hal ini dikarenakan kondisi Solo sudah banyak pengemis dan glandangan yang berasal dari luar daerah. 
“Kami minta ditertibkan lagi, jangan sampai kami-kami yang cacat ditertibkan, sementara pengamen yang tidak cacat dibiarkan saja,”  pungkasnya. (Harun Alrosid)
Lihat juga...