Pembalap Kelelahan, Agenda Kunjungi Obyek Wisata Dibatalkan

SELASA, 17 MEI 2016

MAUMERE—Agenda kunjungan pebalap Tour de Flores ke beberapa obyek wisata seperti gereja tua Sikka, rumah adat Mauloo, Pantai Koka dan pulau Pangabatang akhirnya dibatalkan. 
Pembalap sepeda saat tiba di bandara Frans Seda Maumere.
Dengan pembatalan kunjungan yang sedianya direncanakan Selasa (17/5/2016) mengakibatkan segala persiapan yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka seperti penyambutan peserta dan makan siang mendadak dibatalkan.
“Pembalap kelelahan dan ingin beristirahat setelah mengikuti balap sepeda Tour de Ijen,” ujar Kensius Didimus saat ditemui Cendana News, Selasa (17/5/2016).
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sikka ini mengatakan, pihaknya tidak bisa memaksakan pebalap karena saat ditawarkan untuk mengunjungi obyek wisata, mereka tidak bersedia.
“Pembalap ingin beristirahat di hotel saja dan usai makan siang jam 12.30 WITA rombongan akan bertolak ke Larantuka,” terangnya.

Kensius pun mengakui lemahnya koordinasi antara panitia lokal dan EO Alsemak dari pusat. Kurangnya keterbukaan juga menyebabkan kerja panitia di daerah tidak maksimal. 

Laurensius Regi warga Maumere yang ditemui Cendana News di taman kota mengakui tidak mengetahui kapan peserta balap sepeda Tour de Flores melintasi Maumere. Laurens sapaannya menyesalkan kurang maksimalnya kerja panitia lokal dan pusat.
“Coba bapak lihat sendiri masyarakat terlihat masa bodoh karena tidak dilibatkan. Lingkungan sekitar jalan juga tidak dibersihkan warga karena tidak ada pemberitahuan dari kelurahan,” jelas Laurens.

Diakui Laurens, Tour de Flores merupakan iven yang bagus untuk mempromosikan Pulau Flores teristimewa pariwisatanya sehingga lebih dikenal dunia. Namun penyelenggara kegiatan harusnya diberikan kepada EO yang berpengalaman. 
“Biar dikelola pihak ketiga saja dan pemerintah hanya mengawasi sehingga kerjanya lebih fokus dan iven bisa sukses,” tambah Laurens.
Disaksikan Cendana News, hampir semua rumah maupun gedung yang ada di kota Maumere hingga Selasa (17/5/2016) masih belum dipasangi umbul-umbul. Badan jalan yang akan dilalui pembalap, di beberapa titik masih belum bersih.
Kerikil dan sampah berserakan di beberapa ruas jalan sejak perbatasan antara Kabupaten Flores Timur dan Sikka. Hampir semua wilayah di timur Kabupaten Sikka yang jadi jalur lintasan masyarakatnya tidak mengetahui adanya iven tersebut.
Umbul-umbul pun hanya terlihat dipasang di rumah kepala desa Wairterang kecamatan Waigete saja sementarai daerah lainnya tidak terlihat saat dipantau Cendana News, Senin (16/5/2016).Pemasangan umbul-umbul baru dilakukan Selasa (17/5/2016) dan itu pun belum semuanya. (Ebed De Rosary)
Lihat juga...