SENIN, 9 MEI 2016
LAMPUNG — Petugas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni Lampung Selatan-Terbanggi Besar Lampung tengah menemukan benda diduga mortir atau peluru diduga peninggalan saat perang atau peluru saat latihan perang.

Menurut Harun (40) warga Cilamaya Desa Kampung Jering yang bertugas selaku humas PT Lancar Mandiri Abadi (LMA) yang merupakan salah satu rekanan PT Pembangunan Perumahan (PP) salah satu perusahaan konsorsium Jalan Tol Trans Sumatera, penemuan benda tersebut terjadi secara tak sengaja.
Harun yang saat itu bertugas di Dusun Gubuk Seng Desa Hatta Kecamatan Bakauheni KM 5 Jalan Tol Trans Sumatera mengaku awalnya pekerja dari petugas PT LMA akan membelah kelapa muda namun saat itu ia melihat benda menyerupai tabung gas. Tapi ia mengaku tidak segera melaporkan penemuan tersebut kepada pihak berwenang dan selanjutnya ia mengorek dengan pisau dan baru melaporkan penemuan tersebut bersama Ari yang juga petugas LMA melapor ke petugas polsek Penengahan.
“Saya takut kalau meledak sehingga saya melaporkan penemuan ini kepada polisi yang akhirnya petugas datang dan memasang garis polisi di sekitar lokasi,”ungkap Harun kepada Cendana News di lokasi penemuan benda tersebut, Senin (9/5/2016).
Harun mengungkapkan, benda menyerupai tabung gas berukuran panjang 100 cm dan diameter 40 cm tersebut dalam kondisinya sudah berkarat dan terbenam di dalam tanah yang ada di jalur tol trans Sumatera. Benda tersebut berada di kedalaman sekitar tiga meter dan sebelum digali diduga sempat tertimbun tanah selama bertahun tahun.
Beruntung benda yang diduga mortir tersebut tidak meledak meski sudah terlindas alat berat yang digunakan oleh PT LMA untuk melakukan proses land clearing (pembersihan lahan) di ruas desa Hatta tersebut. Petugas dari LMA bahkan tak berani memindah benda diduga mortir tersebut dan segera melakukan tindakan pengamanan dengan melarang pekerja mendekat ke lokasi penemuan benda tersebut.
Terkait penemuan benda diduga bahan peledak tersebut anggota Polsek Penengahan telah melaporkan ke tim Gegana Polda Lampung untuk dilakukan evakuasi dan langkah untuk mengambil benda tersebut.
“Tim gegana dari Polda Lampung sedang melakukan langkah evakuasi benda diduga mortir tersebut agar tidak mengganggu proses pembersihan lahan,”ungkap salah satu anggota Polsek Penengahan yang tak mau namanya disebut.
Puluhan anggota Gegana Polda Lampung yang datang ke lokasi, anggota Polsek Penengahan yang berada di perbukitan tersebut langsung melokalisir lokasi tempat ditemukannya benda tersebut dan belum diputuskan apakah benda tersebut akan diledakkan di tempat atau di dibawa ke lokasi lain yang lebih aman dan tak mengganggu proses pembangunan jalan tol trans Sumatera.
“Sementara kita lakukan penggalian dan akan memindahkan benda ini dari titik awal agar tidak mengganggu proses pengerjaan jalan tol,”ungkap Cahyadi salah satu personil Gegana.

Pantauan Cendana News, perkembangan pembangunan Jalan Tol Sumatera di titik nol hingga desa Hatta masih dalam tahap pembersihan lahan. Sementara puluhan alat berat terus melakukan proses pembersihan. Lokasi penemuan benda diduga mortir tersebut kini menjadi tontonan warga yang penasaran dengan penemuan benda tersebut.
[Henk Widi]