JUMAT, 6 MEI 2016
LOMBOK — Memasuki musim tanam kedua tahun 2016, petani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), berharap supaya hasil panen padi lebih baik dari hasil panen musim tanam pertama, mengingat pada musim tanam pertama hasil panen sebagian besar petani mengalami penurunan drastis, karena terserang berbagai penyakit.
“Hasil panen padi sebagian petani pada musim tanam pertama cukupmengecewakan, mudahan saja sekarang ini pertumbuhannya lulus, tanpa ada kendala diserang hama penyakit” kata petani Desa Mertak Umbak, Kabupaten Lombok Tengah, Arsil, Jum’at (6/5/2016).
Untuk mengantisipasi serangan hama penyakit seperti wereng, arsil mengaku rutin mengontrol pertumbuhan padi, terutama di waktu pagi hari, supaya ketika ada gejala langsung melakukan penyemprotan racun pestisida
Selain menyemprotkan racun Pestisida, masalah pengairan juga harus dikontrol, jangan sampai terlalu banyak air, juga jangan sampai terlalu kering.
Harapan sama juga diungkapkan H.Ismail yang pada musim tanam pertama, hasil panen juga mengalami penurunan drastis dari biasanya
“Kalau panen memarin kebanyakan sampahnya, sehingga hasil panen sedikit, makanya kita berharap supaya pada tanam kedua ini pertmbuhan padi bisa bagus dan hasil panen juga bisa melimpah” tutupnya. (Turmuzi)