MINGGU, 8 MEI 2016
LOMBOK — Acara merarik (menikah) muda mudi pada masyarakat pedesaan di Pulau Lombok menjadi acara paling dinanti pemuda lain untuk bisa berkumpul bersama terutama di malam hari, larut dalam kebahagiaan menikmati musik sambil bersantai setelah selama beberapa minggu terakhir dibuat sibuk dan lelah memanen padi.

Bahkan dalam satu acara begawe yang diselenggara keluarga pemuda desa yang menikah dan melaksanakan acara selama tiga hari tiga malam, para pemuda kampung setempat tidak jarang begadang sampai pagi, menghabiskan malam dengan acara nonton dan mengobrol ditemani kopi.
Tapi dari sekian rangkaian acara begawe yang diselenggarakan, acara membuat kulit ketupat masal dan nyongkolan menjadi acara spesial dan paling dinanti muda mudi, terutama perjaka, karena pada momen tersebut muda mudi berkumpul jadi satu dan bisa saling mengenal satu sama lain, antara gadis satu dengan pemuda lain.
“Malam membuat kulit ketupat dan acara nyongkolan paling kita nanti, kita bisa mencari pasangan, berkenalan, ngobrol dengan para gadis satu kampung atau gadis desa tetangga yang datang,” kata Abdul Halik, pemuda Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (8/5/2016).
Arsyad, pemuda lain mengungkapkan, yang jelas, acara begawe pada masarakat pedesaan, tidak saja sekedar acara perayaan pesta biasa, tapi lebih dari itu, kebersamaan, kekompakan dan solidaritas dengan sesama pemuda masih tetap dijaga dan dipelihara
“Hal tersebut bisa dibuktikan, saat acara mengambil kayu bakar ke ladang atau kebun untuk kebutuhan memasak, memetik batang pisang untuk kebutuhan sayur dan menguliti kelapa tua untuk memasak sayur, semua warga dan pemuda kompak membatu,”sebutnya.
[Turmuzi]