MINGGU, 15 MEI 2016
MALANG — Selama dua hari ini, suasana halaman depan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) diubah layaknya seperti berada di negara Jepang. Berbagai atribut, aksesoris, permainan hingga makanan khas Jepang hadir dalam Festival Jepang Issouni Tanoshimimashou ke-11 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang FIB UB 14-15 Mei 2016.

“Issouni Tanoshimimashou dalam Bahasa Indonesia berarti mari bersenang-senang bersama. Oleh karena itu dalam festival tahunan ini terdapat banyak lomba, permainan, nyanyian hingga budaya khas Jepang ditampilkan untuk menghibur pengunjung yang datang,” jelas Beni Setiawan sebagai ketua pelaksana kepada Cendana News, Minggu (15/5/2016).
Tujuan diadakannya festival ini adalah untuk mempromosikan program studi sastra Jepang sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui lomba-lomba yang ada.
“Dengan diadakannya festival ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terutama siswa yang baru lulus SMA untuk masuk ke jurusan sastra Jepang karena jika dibandingkan dengan jurusan yang lain, peminat jurusan sastra Jepang lebih sedikit,” ungkapnya.

Beni menyampaikan untuk tema festival tahun ini yaitu Jepang modern. Akan tetapi menurutnya yang dimaksud modern di sini bukan modern yang seperti sekarang, tetapi lebih ke jaman dimana pada saat itu Jepang dikalahkan oleh sekutu namun dalam waktu 2-3 tahun Jepang sudah berhasil membangun negaranya kembali bahkan menjadi tiga negara paling berkembang.
Sementara itu, Beni menyebutkan di hari pertama festival Issouni Tanoshimimashou kemarin di fokuskan untuk lomba-lomba yang diikuti siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) diantaranya lomba cerdas cermat, pidato bahasa Jepang, menggambar Manga dan menulis huruf Jepang. Sedangkan di hari kedua ini juga terdapat lomba namun sifatnya untuk umum seperti lomba costplay maupun lomba group musik.
“Hari Minggu ini merupakan puncak acaranya. Akan banyak hiburan yang ditampilkan hingga malam nanti dan diharapkan pengunjung yang datang bisa lebih banyak lagi,” pungkasnya.
Dari pantauan Cendana News, antusias mahasiswa maupun masyarakat umum cukup tinggi dengan adanya acara festival ini. Tidak jarang pengunjung yang datang juga terlihat menggunakan kostum dari beberpa tokoh kartun Jepang. (Agus Nurcholiq)