SENIN, 9 MEI 2016
BALIKPAPAN — Berbagai komunitas di Balikpapan menggelar aksi solidaritas untuk Yuyun, siswi SMP di Bengkulu yang menjadi korban pemerkosaan. Mereka yang menamakan Save Our Sister menggelar aksi solidaritas itu pada Minggu petang (07/05) di Lapangan Merdeka Balikpapan.
![]() |
| Aksi solidaritas Yuyun |
Koordinator Aksi Solidaritas, Mei Kristi mengungkapkan, yang terjadi pada Yuyun menjadi duka seluruh masyarakat Indonesia termasuk warga Kota Balikpapan.
“Kasus ini menyedot perhatian masyarakat dan kasus Yuyun benar-benar paling biadab. Ini jadi gerakan duka nasional untuk Yuyun, cukup terakhir kasus ini, tidak boleh ada kasus serupa,” tandas Mei.
Ia menegaskan, semua pihak harus bertindak karena kejahatan ini dapat mengintai kepada siapa saja termasuk anak keturunan, saudara ataupun tetangga kita.
“Kita harus bertindak bersama untuk menghentikan kasus pelecehan seksual dan pemerkosa. Ini jangan sampai terjadi di kota Balikpapan,” tegasnya disela aksi solidaritas.
Dalam aksi solidaritas Yuyun diberikan nama Save Our Sister, yang merupakan Organisasi perlindungan perempuan sedunia yang secara serentak melakukan kampanye untuk kasus Yuyun.
Dalam aksi solidaritas ini juga hadir Merlin, wanita Balikpapan yang juga menjadi korban pencobaan pemerkosaan diatas speedboat. Ketika itu Merlin yang melakukan perlawanan dan berhasil lolos.
“Saya melawan dan menggigit telinga (pelaku). Itu saya sendiri dengan pelaku. Kejadian kelam itu berlangsung 10 tahun lalu. Tapi bagaimana dengan yuyun dengan 14 orang pelaku,” beber Merlin.
Untuk itu, ia mengharapkan pelaku pemerkosaan diberikan hukuman yang berat.
[Charolin Pebrianti]