UN SMP Sederajat di Lampung Diikuti 136.180 Siswa

SENIN, 9 MEI 2016

KALIANDA — 36.180 orang siswa SMP sederajat di Lampung dipastikan mengikuti ujian nasional (UN) pada Senin (9/5/2016). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Hery Suliyanto mengimbau peserta untuk dapat konsentrasi saat mengerjakan soal.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Lampung sekolah yang akan mengikuti UN 2016 berjumlah 2.208 sekolah, yaitu 785 sekolah negeri dan 1.423 sekolah swasta. Sementara, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016 akan diikuti 3.606 siswa dari 16 sekolah se-Lampung. 
Berdasarkan data Disdikbud Lampung, jumlah naskah soal dan lembar jawaban ujian nasional (LJUN) SMP sederajat 2016 sebanyak 2.800 dus. Rinciannya, 2.599 dus soal UN SMP, 18 dus soal UN SMPLB, dan 183 dus ujian paket B, termasuk soal cadangan.
Sementara itu Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, terima 321 dus soal Ujian Nasional (UN) yang dikirim dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Menurut Mardiana Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) mewakili kepala Disdik Lampung Selatan, Burhanudin mengatakan pelaksanaan UN dan UNBK tingkat SMP akan berlangsung selama empat hari, yang dimulai pada tanggal 9 sampai dengan 12 Mei 2016. Serta jadwal perbaikan hasil UN, dilaksanakan pada tanggal 16 sampai dengan 19 Mei 2016.
“Secara umum, kita sudah siap melaksanakan UN tersebut karena semua sekolah sudah menggelar pelatihan-pelatihan dalam menghadapi UN tersebut,” kata Mardiana, Senin (9/5/2016)
Selama pelaksanaan UN tingkat SMP pelaksanaan rata rata masih menggunakan sistem ujian menggunakan sistem manual dan tercatat baru SMP 1 Kalianda yang menggunakan ujian berbasis komputer.
Pantauan Cendana News, pelaksanaan UN di SMP 1 Penengahan menyiapkan sebanyak 15 ruangan dengan rata rata siswa setiap ruangan 20 siswa dan diikuti oleh sebanyak 297 peserta. Dengan jumlah peserta laki laki sebanyak 143 siswa dan peserta perempuan sebanyak 154 siswa. Pelaksanaan UN hari pertama Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris dan hari keempat IPA.
Kepala SMPN 1 Penengahan, Drs. Cik Ujang mengungkapkan UN tingkat SMP di selenggarakan di SMPN 1 Penengahan sebagai Sub Rayon 09-01. Sebagai ketua Subrayon 09-01, Drs. Cik Ujang mengungkapkan peserta Ujian Nasional SMP sub rayon 09-01 tahun ini diikuti oleh 12 sekolah yang tersebar di tiga kecamatan; Kecamatan Penengahan, Kecamatan Bakauheni, Kecamatan Ketapang Lampung Selatan.
“Beberapa sekolah negeri dan swasta yang ada di tiga kecamatan serentak melakukan ujian nasional hari ini dengan sistem pengawasan silang dimana pengawas berasal dari sekolah lain” ungkap Drs. Cik Ujang.
Peserta UN tahun 2015/2016 sub rayon 09-01 diikuti oleh sebanyak 1.12 siswa dengan rincian sebanyak 547 siswa laki laki dan sebanyak 565 siswa perempuan.
Sebanyak 12 sekolah yang mengikuti Ujian Nasional tingkat SMP sederajat tersebut terang Drs.Cik Ujang 12 diantaranya merupakan sekolah penyelenggara di tahun sebelumnya sementara 1 sekolah terpaksa bergabung dengan sekolah lain yakni SMPN 2 Bakauheni harus bergabung dengan SMPN satu atap 1 Bakauheni tapi di tahun ini semua sekolah sudah bisa menjadi penyelenggara UN.
Cik Ujang mengungkapkan pelaksanaan Ujian Nasional di rayon 09-01 diakuinya masih menggunakan lembaran soal dan belum memakai sistem komputer. Selama ujian nasional pun diumumkan di beberapa titik dengan pengumuman selain peserta ujian dan pengawas dilarang masuk ke ruangan dan tidak diperkenankan membawa alat komunikasi.
Sakit Tetap Ikuti Ujian Nasional
Salah satu siswa SMP 1 Penengahan, Hadad Mandala Putra (15) yang mengikuti UN hari pertama di ruang 04 terlihat  tetap semangat mengikuti ujian nasional meski mengalami kecelakaan tertabrak kendaraan roda dua. Akibatnya tangan kiri siswa SMP 1 Penengahan tersebut mengalami patah tangan dan harus diantar oleh sang Ayah, Bunyani, yang selama ujian berlangsung mengantar sang anak ke sekolah.
“Saya antar putera saya selama ujian berlangsung karena dia tetap bersemangat ikut ujian meski tangan kirinya sakit dan diperban,”ungkap Bunyani.
Bunyani bahkan dengan setia menunggui anaknya di pos penjagaan sekolah hingga anaknya selesai mengikuti ujian nasional sebab ia kuatir anaknya tersenggol siswa lain dengan kondisi tangan yang masih sakit. Ia berharap anaknya masih tetap bisa mengerjakan soal soal UN dengan baik.
[Henk Widi]
Lihat juga...