Komite Etik Munaslub Golkar Terima 104 Pengaduan

JUMAT, 13 MEI 2016

BALI — Komite Etik Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar hingga kini telah menerima ratusan pengaduan. Ketua Komite Etik, Fadel Muhammad menuturkan, sejak dibentuk pada 7 Mei lalu, lembaganya terus melakukan pemantauan berbagai gerakan dengan melibatkan sumber-sumber yang dirahasiakan.
“Kami banyak sekali menerima pengaduan. Sampai hari ini pengaduan yang masuk secara lisan sebanyak 57 pengaduan, SMS yang masuk ada 41 SMS, 6 laporan tertulis dan 1 temuan dari kejadian yang ada,” kata Fadel saat memberi keterangan resmi di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Jumat 13 Mei 2016.
Dari jumlah tersebut, Komite Etik langsung menindaklanjutinya dengan melakukan pemeriksaan berkas.
“Kita jaga semua laporan agar berjalan sesuai koridor yang ada. Pengaduan lisan kita teliti dan perhatikan ternyata ada unsur adu domba satu dan lain. Laporan lisan itu tidak bisa kita tindaklanjuti. SMS kita minta lengkapi dokumen tertulis, tapi tidak dilengkapi. Enam laporan tertulis kita bahas satu-satu,” ujar Fadel.
Sementara itu, Sekretaris Komite Etik, Rudy Alfonso memaparkan, pengaduan yang memenuhi syarat telah dilakukan klarifikasi. 
“Pengaduan tersebut antara lain ada SC yang merangkap Plt di DPD I. Sesuai kode etik, kami tidak mengizinkan pemegang suara merangkap sekaligus sebagai penyelenggara,” jelas dia.
Hanya saja, setelah diklarifikasi, panitia ternyata telah menggelar rapat untuk menentukan hal tersebut. “Keputusannya, Plt yang juga jadi SC itu tidak diizinkan menjadi eksekutor atau voters dalam pemilihan ketua umum. Oleh karena itu persoalan ini selesai,” demikian Rudy.
[Bobby Andalan]
Lihat juga...