Harapan Guru dan Siswa di NTT saat Hari Pendidikan Nasional

SENIN, 2 MEI 2016

MAUMERE — Hari Pendidikan Nasional, guru PNS dan honorer di Kabupaten Sikka berharap nasib mereka lebih diperhatikan oleh pemerintah, baik daerah maupun pusat. Mereka menilai, saat ini tunjangan yang diterima terkadang tidak sesuai, bahkan tidak semua mendapatkan. 
Para pendidik di SD Patisomba kecamatan Alok Barat

Guru SD Patisomba kecamatan Alok Barat, Katarina Sadi menyebutkan, beberapa guru honorer yang berada diperdalaman atau pelosok kabupaten bahkan hidup dari belas kasihan orang tua dan sumbangan dari desa.

“Gaji guru honor sangat minim, sebulan cuma digaji 315 ribu rupiah dari dana komite dan dana BOS 500 ribu rupiah yang diterima 3 bulan sekali,” ujarnya usai apel bendera di kantor bupati Sikka kepada Cendana News, Senin (2/5/2016). 
Disebutkan, untuk mencukupi kehidupan, banyak guru yang menjadi tukang ojek atau merangkap jadi petani. Hal tersebut salah satu cara dalam mencukupi kesejahteraan guru yang masih sangat minim dengan mencari pendapatan lain di luar jam sekolah. 
Hal senada juga disampaikan guru SMA Muhamadiyah Waioti, Petrus Nggedo. Dikatakan, informasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) masih simpang siur dan banyak bantuan yang diberikan tapi tidak tepat sasaran.
Adanya kejadian ini lanjut Petrus menyebabkan orang tua miskin banyak yang tidak bisa memiliki uang untuk menyekolahkan anak mereka. Tidak heran banyak anak usia sekolah yang tidak bisa meneruskan pendidikan karena ketiadaan biaya.
“Flores menjadi tempat lahirnya Pancasila tapi tidak ada keadilan sosial yang kami rasakan. Upah guru di NTT sangat minim, ini yang membuat guru-guru di NTT hidup sederhana,” terang Petrus.
Menteri PAN dan RB RI membatasi 3 tahun berturut-turut tidak menerima PNS khusunya guru di NTT. Guru-guru honor pun tidak mendapatkan jatah pengangkatan menjadi PNS padahal banyak yang sudah mengabdi belasan tahun.
“Para guru terpaksa mengajar sebab takut ilmunya tidak terpakai sehingga meski upahnya minim mereka tetap setia mengabdi. Ini yang perlu pemerintah perhatikan,” tegas Petrus.
Tidak hanya guru, siswa SMA Muhamadiyah Waioti, Gunawan, Nur Khotimah, Kuriniwati dan Nurbayati juga berharap pendidikan di negeri ini menjadi lebih baik ke depannya
Pemerintah harus banyak memberikan bantuan bagi orang tua yang tidak mampu agar anak mereka bisa bersekolah. 
“Semoga pemerintah semakin peduli kepada anak-anak yang belum bersekolah karena pendidikan penting untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih baik” tutur Nur Khotimah.
Pemerintah juga sambung Nurbayati, harus lebih banyak lagi membangun sekolah-sekolah di daerah-daerah terpencil dan menempatkan guru-guru disana dengan gaji yang cukup.[Ebed De Rosary]
Lihat juga...