Gubernur Harapkan Media Tradisional di NTT Tetap Hidup

KAMIS, 26 MEI 2016

MAUMERE — Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menyebutkan, ditengah perkembangan media masa cetak dan elektronik yang sangat pesat dewasa ini, NTT juga memiliki media tradisional yang membudaya.
Lebu Raya mengharapkan agar media tradisional seperti tarian Tebe, Pado’a, Gawi, Rokatenda, Dolo-Dolo, Jai, Kebalai serta banyak pertunjukan media tradional lainnya ini agar terus bertahan di tengah gempuran media modern.
“Media tradional ini justru masih hidup dan bertahan ditengah pusara perkembangan dan perubahan yang sili berganti. Ini yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” tegas Lebu Raya dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Sikka, Paolus Nong Susar, Kamis (26/5/2016).
Pada era globalisasi dan informasi dengan kebebasan pers yang amat besar kata Lebu Raya, telah mengakibatkan kehidupan media masa berkembang pesat dan cepat sementara kehidupan media tradional justru tertinggal dan lambat.
             
Perlu diketaui lanjutnya, informasi dewasa ini sudah menjadi kebutuhan yang melekat pada kebutuhan sehari-hari. Siapa yang menguasai informasi dialah yang menguasai masa depan.
Sesungguhnya hal ini sambungnya, menggambarkan betapa pentingnya informasi dalam kehidupan sehari-hari agar informasi dapat berguna bagi masyarakat, sehingga informasi dapat diakses secara baik.
Lebu Raya menyebutkan, Pekan Informasi Daerah Propinsi NTT wilayah Flores dan Lembata tahun 2016 seungguhnya merupakan sebuah media yang diselenggarakan untuk mengajak semua lapisan masyarakat untuk turut serta menjadi pelaku dan penerima perkembangan teknologi informasi.
Diharapkan Lebu Raya kegiatan ini dapat mengangkat budaya lokal dan menerima informasi dunia secara dewasa dan cerdas sehingga menciptakan masyarakat yang maju dan kreatif dalam menciptakan daerah kita yang maju dan sejahtera.
“Saya harap semua memanfaatkan momen ini untuk menyebarluaskan informasi pembangunan di NTT agar rakyat tahu memang kita selalu membangun dan bekerja,” pesan Lebu Raya.
Kepala dinas Komunikasi dan Informatikan NTT, Stefanus Ratoe Oedjoe berharap agar dengan adanya pekan informasi daerah ini diharapkan agar peserta bisa menyebarluaskan pencapaian pembangunan yang ada di NTT.
“Kami harapkan agar kesuksesan program Anggur Merah dari setiap kabupaten bisa disampaikan kepada publik,” kata Stef.
Ada 3 kegiatan beber Stef yakni pertunjukan rakyat, komunikasi sosial desa serta desain baliho. Semuanya lanjutnya masuk dalam suatu ajang penyebarluasan informasi tentang capaian pembangunan,di desa agar disampaikan secara langsung lewat desain baliho.
Sementara Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Pameran Pelayanan Mobile dan Informasi Dinas Kominfo Propinsi NTT Ignasius Lado, SH mengatakan tujuan dari kegiatan ini memperdayakan sumber daya kelompok komsosdes di desa.
Lado menyebutkan kegiatan ini membuka wawasan yang luas dalam mengembangkan usaha menuju masyarakat yang sejeterah dan mendesain gambar yang menarik dan menggugah perhatian masyarakat sesuai dengan informasi pembangunan yang akan disampaikan kepada publik.
Sedangkan bentuk kegiatan yang dipertunjukan kata Lado yakni lomba pertunjukan media tradisional, lomba asal trampil kelompok komsosdes dan lomba design baliho antar desa kelompok mandiri anggur merah. Kegiatan  akan berlangsung dari tanggal 25 s/d 27 Mei 2016.
Disaksikan Cendana News, hadir ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, SP, pimpinan Forkopimda di Sikka, para perwakilan masyarakat dari 9 kabupaten se Flores dan Lembata serta para juri dan staf dinas Kominfo NTT dan Sikka.
[Ebed De Rosary]
Lihat juga...