Fadli Zon: Saya Prihatin dengan Kondisi Lembaga Peradilan di Indonesia

RABU, 25 MEI 2016

JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai  mengaku prihatin melihat kondisi penegakan hukum di Indonesia masih menyimpan banyak permasalahan. hal tersebut terlihat dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Janner Purba .
“Saya sangat prihatin dengan kondisi lembaga peradilan di Indonesia, bahkan adegan suap-menyuap dan korupsi juga dapat dilakukan di seluruh aspek, baik eksekutif dan legislatif,”sebut Fadli di Gedung Nusantara III, Senayan Jakarta, Rabu (25/5/2016).
Disebutkan, apa yang terjadi di penegak hukum merupakan sebuah fenomena dan potret buram Penegak hukum di indonesia.
“Saya kira dan berharap supaya lembaga penegak hukum semestinya bersih karena dampaknya besar kedepannya,” paparnya
Fadli mencontohkan, sebelum kasus di Bengkulu, KPK sudah berkali-kali menangkap penegak hukum diantaranya, hakim di Mahkamah Agung Andri Tristianto Sutrisna, Panitera Sekeretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution, dua jaksa Kejaksan tinggi Jawa Barat.
Fadli mengatakan bahwa langkah penindakan yang dilakukan KPK sudah baik, guna mencegah kembalinya suap-menyuap dalam menangani perkara di meja hijau.
“Saya kira langkah penindakan sudah begitu bagus, memang kita masih punya masalah di lembaga peradilan dengan apa yang disebut mafia peradilan,”tandasnya.
[Adista Pattisahusiwa]
Lihat juga...