Sering Diterobos Kendaraan, Separator Jalur Busway Diganti Beton


RABU, 25 MEI 2016

Jakarta—Sejak awal diluncurkan operasionalnya secara resmi pada tahun 2002 saat era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Bus Trans Jakarta memang didesain sedemikian rupa dan mempunyai jalan sendiri, sehingga terpisah dengan jalur kendaraan bermotor lainnya yang dikenal dengan nama Busway. Tujuanya agar perjalanan Bus Trans Jakarta dari satu tempat ke tempat lainnya lancar dan cepat sampai di lokasi tujuan, karena tidak terkena dampak kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas yang setiap hari biasa terjadi di Ibukota Jakarta.

Untuk membedakan antara jalur Busway dengan jalur kendaraan lainnya maka dibangunlah pembatas (Separator) diantara keduanya. Tujuannya untuk mencegah kendaraan bermotor lainnya agar tidak nyelonong masuk dan menggunakan jalur Busway, namun sayangnya separator tidak begitu tinggi, tingginya hanya sekitar 20 centi meter (cm) sehingga dengan mudah dapat diterobos dan dilalui berbagai jenis kendaraan bermotor. Akibatnya semua jenis kendaraan bermotor mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, taksi, bajaj dan kendaraan umum lainnya ikut-ikutan masuk ke jalur Busway.
Akibatnya terjadi kemacetan di jalur Bus Trans Jakarta, akhirnya perjalanan bus juga ikut tersendat dan terjebak diantara kepadatan bersama-sama kendaraan lainnya, sehingga nyaris tidak ada bedanya antara Bus Trans Jakarta dengan kendaraan angkutan umum lainnya. Meskipun Polisi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polda Metro Jaya beserta Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta sering melakukan razia penertiban kendaraan bermotor yang sengaja menerobos jalur busway, namun tampaknya upaya tersebut sia-sia, kerena meski berulang kali ditertibkan, mereka tetap melanggar.
Untuk menanggulangi masuknya kendaraan bermotor ke jalur Busway berulang kali, mulai hari ini, Rabu (25/5/2016) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akhirnya memasang pembatasan/separator yang terbuat dari beton dengan tinggi 50 cm atau selutut orang dewasa sepanjang jalur yang dilalui Bus Trans Jakarta. Pemasangan akan dilakukan secara bertahap, awalnya separator beton tersebut sudah dipasang dan tertata rapi di sepanjang jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Namun separator tersebut bukan terpasang secara permanen sehingga mudah dibongkar pasang sesuai kebutuhan.
Pantauan Cendana News di Halte Busway Monumen Nasional (Monas), beberapa pekerja proyek baru saja selesai memasang beton separator, mereka tampak terlihat sedang beristirahat sejenak sambil menikmati waktu makan siang. Separator yang terbuat dari beton tersebut adalah buatan PT. Waskita Karya, sementara berat tiap-tiap bagian beton separator tersebut sekitar 30 kilogram (kg). Diharapkan dengan dipasangnya separator yang tinggi dan kuat tersebut maka diharapkan kedepannya kendaraan bermotor tidak bisa seenaknya sendiri menerobos keluar masuk jalur busway seperti dulu.
” Saya bersama teman-teman memasang beton separator berasal pihak rekanan kontraktor, kami tidak tahu menahu apa-apa, namun menurut informasi dari atasan saya, beton separator tersebut kedepannya akan dipasang dalam jumlah banyak di sepanjang jalur Trans Jakarta, salah satu tujuannya adalah untuk mencegah atau minimal mengurangi masuknya kendaraan bermotor yang memang suka menerobos dan menggunakan jalur yang bukan semestinya untuk dilalui, karena sejak awal jalur tersebut memang khusus untuk Bus Trans Jakarta” demikian dikatakan Aziz, seorang pekerja proyek kepada Cendana News, Rabu (25/5/2016).(Eko Sulestyono)
Lihat juga...