Demo Lanjutan, Warga Luar Batang Tolak Penggusuran Jilid II

SELASA, 3 MEI 2016
JAKARTA — Sekitar 1.000 warga masyarakat Kampung Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, kembali mengadakan aksi unjuk rasa di depan Gedung Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat. Aksi demonstrasi ini merupakan bentuk  penolakan warga,  terkait rencana Pemerintah DKI Jakarta melakukan penggusuran lanjutan jilid II.

Pantauan Cendana News, Selasa (3/4/2016), aksi demonstrasi tersebut dimulai sekitar pukul 11:00 WIB. Mereka datang dari Kampung Luar Batang secara bergelombang, dengan menyewa kendaraan angkutan umum jenis minibus Metro Mini. Aksi unjuk rasa yang  menggunakan hampir separuh badan jalan,  mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas kendaraan bermotor di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan dan kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat.
Sempat terjadi ketegangan, ketika para pengunjuk rasa bermaksud hendak menutup seluruh akses ruas Jalan Medan Merdeka Selatan, Namun sebelum rencana mereka terwujud, aparat kepolisian dari Unit Sabhara Polres Metro Jakarta Pusat Polda langsung bertindak cepat,  melarang para demonstran dan mendorong massa untuk kembali ke posisinya di tempat semula.  
Massa terus berdatangan,  termasuk massa yang mengatasnamakan dirinya dari Solidaritas Aksi Mahasiswa tolak penggusuran lanjutan terhadap pemukiman warga masyarakat Kampung Luar Batang.
Hingga pukul 11:00 WIB, massa sampai saat ini masih terus meneriakkan yel-yel. “Pak Ahok. Kami Warga Luar Batang Tolak Penggusuran. Kami warga asli bukan pendatang,” teriak mereka. 
Massa juga membentangkan spanduk,  menolak segala bentuk dan berbagai alasan penggusuran sepihak terhadap pemukiman warga masyarakat Kampung Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Hingga berita ini ditulis, jumlah massa yang mengadakan aksi unjuk rasa diperkirakan akan terus bertambah banyak.
Baehaqi, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa warga Luar Batang mengatakan, kita tegaskan sekali lagi, warga masyarakat Kampung Luar Batang menolak dengan tegas rencana penggusuran dan penertiban lanjutan.
“Sebenarnya warga masyarakat Kampung Luar Batang tidak pernah menghalangi Pemprov DKI Jakarta jika hendak membangun sesuatu, tapi jangan asal main gusur-menggusur seenaknya secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Makanya kami datang ke Gedung Balai Kota Jakarta untuk menyuarakan aspirasi menolak bentuk penggusuran yang mengatasnamakan proyek pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang rencananya dibangun awal tahun 2017 mendatang,”  kata Nurhuda, seorang warga Kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. (Eko Sulestyono)
Lihat juga...