10 Tahun Warga Kampung Areng Setia Gunakan Bio Gas Kotoran Sapi

KAMIS, 26 MEI 2016

BANDUNG — Sejak tahun 2005 silam warga Kampung Areng Desa Cibodas Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengunakan bio gas dari kotoran sapi, sebagai bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga.
Hidayat (50), salah seorang tokoh setempat mengaku pemanfaatan kotoran sapi ini bisa berdampak baik bagi ekonomi warga. Sudah 10 tahun ia pribadi merasakan manfaatnya. 
“Bukan hanya buat memasak, tapi lampu-lampu penerangan di sini juga memanfaatkan bio gas dari kotoran sapi,” ujar Hidayat.
Semula warga sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai peternak sapi, kesulitan membuang kotoran. Sementara, kandang sapi setiap hari harus bersih untuk menjaga kualitas ternak. Kotoran sapi tersebut akhirya dimasukan ke dalam sumur yang dinamakan reaktor, lantas gas yang dihasilkan disalurkan ke setiap rumah. 
“Waktu awal-awal sih (kotoran) masih ditampung pakai kantong plastik yang ukuran besar, tapi 
sering sobek. Nah sejak tahun tahun 2009 warga bikin raktor 
                                                                seperti sumur,” kenangnya.
Disampaikan, kedalaman reaktor tersebut sekitar 3 meter dengan diameter 150 sentimeter. Warga membangunnya dengan cara mencicil ke koperasi. “Satu reaktor habisnya sekitar Rp. 4,5 juta,” imbuhnya.
Dia mengklaim, kualitas api yang dihasilkan dari kotoran sapi ini boleh diadu dengan gas dari elpiji. Demikian cukup bagus digunakan untuk memasak, dan apinya berwarna biru.
“Awet pula karena satu ember kotoran sapi bisa untuk memasak air selama sekitar satu jam,” jelasnya.
Ada pula manfaat lainnya dari sisa kotoran yang berada di dalam reaktor tersebut, dimana digunakan untuk dijadikan pupuk. Karena itu setiap warga menyambut baik ketika pihak pemerintah berinisiatif membangun bio gas kotoran sapi di Kampung Areng.
“Apalagi kalau dibangun reaktor komunal yang manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh warga secara luas,” tukasnya. (Rianto Nudiansyah)
Lihat juga...