Trauma Bencana, Warga di Desa ini Lari Dengar Angin dan Hujan

SENIN, 11 APRIL 2016
Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Bobby Andalan

BALI — Hujan deras mengguyur Desa Tri Amerta. Air deras mengalir di sungai berwarna cokelat. Sejumlah pohon bertumbangan. Bebatuan berbunyi seperti ingin lepas tergerus air. Sejumlah warga bersiap mengungsi dengan kondisi tersebut. Ya, maklum saja, warga di desa ini merupakan korban banjir bandang pada Januari lalu. Di lokasi nampak sejumlah batang kayu dan batu besar masih berada di sekitar rumah warga. Jembatan yang putus pun baru dibuat seadanya.
Peninjauan Bencana Banjir Bandang Dusun Tri Amerta 1
Mendengar bunyi angin dan air deras, rupanya warga mengira akan kembali terjadi banjir bandang seperti yang baru-baru ini menimpa mereka. Sejumlah warga bersiap mengungsi meski hujan masih deras. Mereka memaksa turun ke bawah menggunakan sepeda motor meninggalkan rumah.
Kepala Dusun Tri Amerta, Desa Penyabangan, Made Sukadana mengimbau warganya agar tetap tenang. Namun, sejumlah warga tak mau peristiwa nahas beberapa bulan lalu kembali terjadi. “Warga tenang, harap tenang,” kata dia di hadapan ratusan warga, Senin 11 April 2016.
Namun warga bergeming. Mereka nekat turun ke bawah dan tak mau mengambil resiko. Hanya sebagian kecil yang masih bertahan.
“Patokan saya batu besar itu. Kalau itu hanyut terbawa air, mari kita lari turun ke bawah,” kata seorang warga bernama Nyoman Katos sambil bersiap di sepeda motornya.
Anggota Komisi IV DPR RI, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra yang meninjau lokasi ikut bertahan. Ia mengatakan, hal utama yang mesti diberikan adalah menghilangkan trauma masyarakat. “Kita faham bencana ini menimbulkan trauma hebat di masyarakat. Prioritas utama adalah menghilangkan trauma masyarakat, sembari memikirkan kembali penghidupan mereka yang rusak akibat banjir bandang,” ucap Ketua Depidar SOKSI XXI Provinsi Bali itu.
Pria yang karib disapa Gus Adhi itu juga mengaku akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk melakukan penelitian sumber air di wilayah ini.
 “Kalau sudah diketahui, maka kita dapat mengambil langkah tepat agar bencana tak terulang kembali,” katanya.
Pada kesempatan itu, Gus Adhi menyerahkan sejumlah bantuan bagi masyarakat di sana yang mayoritas petani. Bantuan dalam bentuk traktor dan alat-alat lainnya itu senilai total Rp.1,3 miliar. Ia juga menyumbangkan bibit pohon. Politisi Partai Golkar itu juga menyumbangkan bingkisan 200 kantong sembako kepada 180 kepala keluarga di sana. Khusus kepada enam warga yang rumahnya rata dengan tanah, Gus Adhi menyumbangkan sejumlah uang senilai Rp.34 juta. Dengan rincian Rp15 juta diberikan masing-masing kepada dua keluarga miskin yang rumahnya hancur akibat bencana yang terjadi sore hari itu. Sisanya masing-masing diberi bantuan Rp1 juta rupiah untuk empat keluarga.
Gus Adhi juga menghibur sejumlah warga dengan mendatangkan musisi ke lokasi. Ia juga memberikan doorprize kepada anak-anak yang berprestasi di sekolah dengan sejumlah uang. 
“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi mereka. Kita sangat bersimpati kepada warga di sini,” tutup dia.
Lihat juga...