SELASA, 12 APRIL 2016
Jurnalis : Samad Vanath Sallatalohy / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto: Samad Vanath Sallatalohy
AMBON — Tradisi Larung Sesaji atau memberi makan laut dikenal sebagai tradisi bagi komunitas nelayan jaring bobo di pesisir Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Tradisi yang sudah ada sejak dahulu digelar masyarakat pada Selasa (12/4/2016). Para nelayan pesisir Masohi ini melaksanakan larung sesaji di tengah laut.
| Ritual Larung Sesaji |
Pantauan Cendana News, sesaji yang dibawa diarak langsung oleh kapal-kapal nelayan sebelumnya dido’akan, kemudian dilepaskan ke laut.
Dalam kesempatan tersebut Koordinator Komunitas Jaring Bobo dan Nelayan Pesisir Kota Masohi, Pattihena Pelupessy disela-sela prosesi memberi makan laut kepada Cendana News menjelaskan, tradisi Larung Sesaji merupakan bentuk ungkapan syukur sekaligus harapan agar nelayan selalu diberkahi dengan tangkapan hasil laut yang melimpah, dan terhindar dari marabahaya dan segala bentuk kecelakaan saat melaut.
“Tradisi larung sesaji ini sudah biasanya dilakukan oleh orang rua-tua terdahulu. Ini sudah turun temurun. Dan selalu dilaksanakan setiap tahun. Kita percaya, bahwa kehidupan itu tidak hanya ada di darat tapi juga di laut. Dari situlah awal pelaksanaan tradisi yang dipegang hingga kini oleh nelayan di pesisir kota Masohi,” jelas Pattihena.
Dikemukakan, laut adalah sumber kehidupan. Dari lautlah, kehidupan rumah tangga mereka dititi hingga saat ini. Untuk itu prosesi adat yang oleh sebagian orang dianggap syirik ini, tapi bagi para nelayan pesisir Masohi menganggapnya tidak demikian.
“Larung sesaji ini bukan bentuk tidak mempercayai Allah SWT. Kami meyakini dan memaknainya bahwa dengan memperlakukan laut dengan baik, maka laut pun akan memberikan hasil terbaik bagi mereka,” ungkapnya.
Pantauan Cendana News tampak sesajen yang dipakai terdiri atas kepala kambing jantan, beragam makanan dan sesaji
lainnya.
Kepala kambing yang dijadikan sesaji adalah kambing jantan pilihan. Pelepasan sesajen dilakukan kawasan laut tanjung Kuako pesisir kota Masohi Maluku Tengah.
Selain melantunkan permohonan dan do’a, prosesi larung sesaji juga benuansa kekeluargaan. Dimana setiap kapal yang ikut dalam prosesi menyertakan ABK dan keluarganya.
Usai mempersembahkan sesajen di tengah laut kemudian dilanjutkan dengan makan bersama di tengah laut. Tampak masing-masing kapal menyediakan konsumsi untuk dimakan secara bersama-sama.
“Melalui prosesi ini, semangat kekeluargaan antara kita sesama nelayan makin terjalin erat saling membantu bila sedang mengalami kesulitan, dan intinya tradisi ini kita pelihara dan lestarikan,” pungkas Pattihena.