Tingkatkan Serapan Gabah Petani, Bulog Gandeng Babinsa

SENIN, 11 APRIL 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Upaya peningkatan penyerapan gabah hasil petani padi di Lampung dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Lampung dengan menggandeng bintara pembina desa (Babinsa) yang ada di setiap Komando Rayon Militer (Koramil) di masing masing Komando Distrik Militer (Kodim). Peningkatan penyerapan gabah petani tersebut juga dilakukan oleh Kodim 0421/LS dengan melakukan langkah sosialiasai kepada para Babinsa untuk mengarahkan masyarakat petani agar bisa menjual gabahnya ke Bulog.
Upaya peningkatan penyerapan gabah petani tersebut menurut perwira seksi teritorial (Pasiter) Kodim 0421/LS, Kapten Sukarno, mewakili Komandan Kodim 0421/LS, Letkol (Inf) I Ketut Mertha Gunarda mengungkapkan, pelaksanaan penyerapan gabah petani mulai diinstruksikan kepada setiap Babinsa. Sementara tekhnis pelaksanaan, untuk tahap pertama dilakukan pemantauan sawah petani yang sedang memasuki masa panen. Sebab di wilayah Lampung Selatan beberapa lahan pertanian sawah sebagian sedang mengalami masa panen dan sebagian masih masa tanam.
“Instruksi memang sudah diberikan dari pusat dan juga ke setiap daerah termasuk ke setiap Danramil, tekhnisnya akan dibahas lebih lanjut agar para Babinsa bisa mengarahkan petani untuk menjual gabahnya ke Bulog,”ungkap Pasiter Kodim 0421/LS Kapten Sukarno saat dikonfrimasi Cendana News, Senin (11/4/2016).
Ia mengungkapkan, dalam pelaksanaan penyerapan padi petani yang akan dijual ke Bulog, peran serta babinsa dapat dilakukan dengan memantau setiap lahan petani yang akan menjual padinya. Sebab dalam pelaksanaan di lapangan, sebagian petani ada yang mempergunakan gabah atau padi serta beras untuk keperluan keluarga dan tak berniat dijual ke pihak manapun. 
“Perlu pendekatan untuk bisa mengajak petani menjual ke bulog namun ini harus membutuhkan pemahaman agar petani bersedia menjual gabah ke bulog dan kita melibatkan bulog,”ungkap Kapten Sukarno.
Sebelumnnya di awal tahun ini, tercatat dalam evaluasi tahun 2015 dan rencana kerja tahun 2016, Bulog Divre Lampung hanya mampu menyerap gabah petani sebesar 68,08 persen.
Rendahnya penyerapan gabah petani salah satu penyebabnya karena produksi gabah tahun 2015 banyak di jual ke luar Pulau Sumatera diantaranya ke Pulau Jawa. Banyaknya transaksi gabah yang keluar Lampung membuat bulog kesulitan menyerap gabah petani sesuai target.
Kepala Bulog Divre Lampung, Dindin Syamsudin, mengaku target penyerapan gabah petani 130 ribu ton namun hanya terealisasi sebanyak 88,503 ton. 
Pantauan Cendana News di Kecamatan Penengahan, beberapa petani belum mengetahui terkait adanya rencana tersebut. Salah satu petani di Desa Pasuruan, Samsudin, mengaku senang dengan langkah penyerapan gabah oleh bulog. Sebab jika ada penampung hasil gabah yang dipanen maka petani tidak akan mengalami kesulitan dalam menjual gabah. Namun selama ini beberapa petani terlanjur memiliki ikatan dengan para pebisnis jual beli gabah yang selama ini membeli gabah mereka.
“Kalau harga yang dibeli oleh pihak Bulog lebih mahal kami bisa menjualnya, namun yang jadi masalah selama ini kami meminjam modal dan pupuk kepada bos atau tengkulak sehingga gabah hasil panen kami jual ke tengkulak,”ungkap Samsudin.
Ia mempertimbangkan permodalan yang selama ini dipinjam dari tengkulak dari mulai modal operasional mengolah sawah, bibit, pupuk, sehingga harus mengembalikan uang dengan menjual gabah hasil panen mereka, sementara harga yang ditentukan oleh para tengkulak lebih murah. Sementara hasil gabah petani dijual ke Pulau Jawa oleh para tengkulak.
Lihat juga...