SENIN, 11 APRIL 2016
Jurnalis : Ishak Kusrant / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ishak Kusrant
MANADO — Orang tua dari Peter Thomsen Barahama Kapten Kapal Barahma 12 yang di sandra kelompok Abu Sayyaf (Al Syarakat Al Islammyya) di Manado meminta perhatian Pemerintah. Hal ini dikatakan Charlos Barahama dan Sopice Salamburung pada Cendana News Senin (11/4/2016) sore.
![]() |
| Orang tua korban yang di sandra keluarga Abu Sayyaf |
Kedua orang tua dari Peter Thomson ini berharap pemerintah daerah datang untuk memberikan perhatian seperti yang dilakukan pada keluarga korban lainnya yang ada di Minahasa, karena selama ini sejak peristiwa penyanderaan itu belum ada satupun pihak pemerintah yang datang untuk melihat keluarga korban di Manado.
“Kami selaku orang tua berharap pemerintah bisa memberlakukan dengan adil dan tidak pilih kasih, walaupun sudah dikunjungi itu sudah bisa memberikan kekuatan pada keluarga agar anak kami bisa selamat,” kata Charlos Barahma dan Sopice Salamburung keluarga korban Kapten Kapal Barahma 12 yang di sandra oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina pada Senin (11/4/2016).
Sementara itu ibu dari Peter Thomson Barahama, Sopice Salamburung yang paling sedih saat mengetahui anaknya di sandra oleh kelompok Abu Sayyaf sejak 26 Maret lalu karena hingga saat ini belum ada kabar. Sambil menahan air mata Sopice mengungkapkan, ada pihak perusahaan sudah menghubungi keluarga di Manado dan masih menunggu kabar dari pemerintah Indonesia dan Filipina yang masih terus melakukan negosiasi untuk membebaskan 10 WNI yang di sandra.
“Ya kami berharap anak kami baik dan sehat saja di sana, dan bisa segera di bebaskan agar dapat berkumpul bersama keluarga di Manado,” kata Sopice dengan suara halus yang masih menahan kesedihan sebelum Shalat magrib Senin (11/4/2016).