Terkait Sumber Waras, Edhy Prabowo: Saya Percaya Hasil Audit BPK

KAMIS, 14 APRIL 2016
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Adista Pattisahusiwa

JAKARTA — Pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Ahok yang menuding bahwa Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) ‘Ngaco’ menuai kecaman dari Anggota DPR RI.
Edhy Prabowo
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo menilai hasil yang dirampungkan dan sudah dalam audit investigatif pembelian lahan Sumber Waras oleh BPK itu ada temuan potensi kerugian negara senilai Rp.191,33 miliar.
“Saya masih percaya BPK, sebab BPK itu adalah lembaga negara untuk mengontrol penggunaan anggaran,” Papar Edhy di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4/2016).
Menurut Edhy, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) kan telah menyampaikan bahwa harga beli lahan Rumah Sakit Sumber Waras berdasarkan laporan keuangan Pemerintah DKI Jakarta tahun 2014, itu sudah menemukan proses yang tidak memadai sehingga berpotensi merugikan negara milyaran rupiah.
“Jadi apa yang dikatakan Ahok itu, jangan seperti itu, BPK itu institusi negara yang sah, kalau memang ada yang tidak benar, mesti diperbaiki di sisi mana yang mesti diperbaiki, dia kan tinggal jawab saja, apa yang menjadi permasalah hingga menuding bahwa BPK ngaco,”paparnya.
Bahkan Edhy sangat menyayangkan sikap bungkam seorang kepala negara yang terkesan hanya membiarkan begitu saja.
“Sikap diam Jokowi itu, menurut saya mungkin ada sesuatu antara Ahok dan Jokowi, hingga membuat Presiden diam, ini saling pegang kartu, pasti ada apa apanya jadi Jokowi hanya memilih diam-diam aja,” tandasnya.
Lihat juga...