Tekan Keracunan, Puluhan Pedagang Jajanan Sekolah Diberi Penyuluhan

SELASA, 12 APRIL 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid

SOLO — Sebanyak 80 pedagang jajanan sekolah di Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa siang (12/4/16), mendapat penyuluhan kesehatan dari Puskesmas setempat.
Penyuluhan jajanan sehat
Penyuluhan kesehatan kepada puluhan pedagang yang kerap berjualan di lingkungan sekolah itu untuk mengantisipasi adanya kasus keracunan siswa, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Uniknya, dalam penyuluhan kesehatan itu, yang memprakasai kegiatan tersebut dari pihak pedagang sendiri. Alasannya adalah setiap kali ada kasus keracunan siswa yang diakibatkan dari jajanan sekolah, pedagang yang tidak tahu menahu juga terkena dampaknya. Bahkan, dampak yang paling berat dirasakan pedagang, sekolah menutup gerbang dan tidak memperbolehkan pedagang berjualan kembali.
“Dengan adanya penyuluhan ini pedagang agar lebih hati-hati dalam menjual jajanan kepada anak sekolah. Makanan atau minuman yang dijual di lingkungan sekolah dipilih agar lebih aman,” ujar ketua paguyuban pedagang jajanan sekolah se-Kecamatan Gatak, Porwanto kepada Cendana News, Selasa siang (12/4/16).
Tujuan pedagang, kata Porwanto,  diberikan penyuluhan kesehatan itu agar dapat memilih dan menjual makanan yang layak untuk dikonsumsi anak sekolah. Selama ini pedagang merasa perlu adanya pelatihan sekaligus penyuluhan kesehatan agar tidak terus menerus terjadi kasus keracunan siswa, yang justru merugikan para pedagang lainnya.
Pasalnya, setiap ada kasus keracunan siswa, pihak sekolah yang bersangkutan tidak mengijinkan semua pedagang jajanan berjualan di lingkungan Sekolah. “Ini yang sering kali merugikan kita, ada satu yang teledor, semua pedagang jadi kena getahnya. Selama ini pedagang tidak tahu, mana makanan yang aman dikonsumsi untuk anak atau makanan yang berbahaya. Dengan penyuluhan ini diharapkan dapat mengurangi resiko keracunan jajanan sekolah,” ungkapnya.
Paguyuban pedagang jajanan sekolah di Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, berharap dapat menjadi pioner untuk pedagang yang menyajikan makanan yang sehat, dan bergizi di daerah lain. Meskipun saat ini sebagian besar pedagang hanya memiliki modal yang terbatas, upaya untuk memperbaiki konsep jualan jajanan sekolah, menjadi jajanan yang sehat dan bergizi terus digalakkan.
“Ini yang kita terus bahas dalam pertemuan rutin tiap 2 bulan sekali. Kita memang berharap agar jajanan yang dijual pedagang tidak mengganggu kesehatan siswa. Justru kita berharap makanan atau minuman yang dijual-belikan adalah makanan yang menyehatkan, karena kita juga mempunyai tanggung jawab untuk melindungi generasi bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Gatak, Tri Prasetyo menerangkan, penyuluhan yang diberikan kepada puluhan pedagang jajanan sekolah itu meliputi kewaspadaan dan mengurangi resiko keracunan siswa. Seperti, pedagang yang menjajakan makanan dengan cara membeli ke pedagang lain atau (kulakan), agar lebih hati-hati. Terutama melihat tanggal kadaluwarsa, kemasannya rusak atau tidak, serta yang tidak menggunakan warna yang sangat mencolok. “Sebab sebagian besar zat berbahaya yang ada di makanan sering kali ada di makanan dengan warna yang mencolok serta tingkat kekerasannya terlalu kenyal,” paparnya.
Di wilayah Gatak sendiri, selama dua tahun berturut-turut terjadi kasus keracunan siswa yang diakibatkan jajanan sekolah.  Masing-masing siswa yang keracunan mengkonsumsi jajanan sekolah karena telah masuk kadaluwarsa. “Satu di SD Trangsan 1 dan SD Trangsang 3. Dalam penyluhan ini, dokter Puskesmas fokus pada sosialisasi kepada pedagang, agar pedagang juga tahu mana makanan yang sehat dan boleh dijual atau mana makanan yang tidak sehat dan tidak boleh untuk dimakan,” pungkasnya.
Lihat juga...