SELASA, 5 APRIL 2016
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Rianto Nudiansyah
BANDUNG — Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 35 Kota Bandung dan SMP Nasional Kota Bandung, punya cara tersendiri untuk melestarikan budaya asli Jawa Barat. Kedua SMP ini mempunyai kegiatan di luar mata pelajaran, yaitu ektrakurikuler Musik Sunda.
![]() |
| Pengenalan Musik Sunda pada siswa |
Para anggota ektrakurikuler ini berkolaborasi sekaligus berlatih bersama, di Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat, Dago, Kota Bandung, Selasa (5/4/2016).
Pelatih musik Sunda, Teddy Kusmayadi menyampaikan, para siswa diberikan pengenalan terhadap alat-alat musik khas Jawa Barat, seperti Karinding, celempung, kendang, Bambu Goong.
“Kita harapkan agar musik tradisi ini bisa menerap di para siswa, terutama yang rentan terkena pengaruh tradisi dari luar,” tutur Teddy disela-sela kegiatan.
Sebenarnya, ekstrakurikuler di kedua sekolah tersebut baru dibentuk pada bulan November 2015 lalu. Tak sampai satu tahun, menurutnya, para siswa sudah enjoy memainkan berbagai alat musik khas ini.
“Saya sangat bangga dengan anak-anak, mereka juga sangat bersemangat, saya mengajarnya juga lebih mudah karena mereka antusias,” katanya.
Sementara itu, Guru Kesenian dan Kebudayaan SMPN 35 Bandung, Erni Suryani menilai kegiatan ini sangat positif. Demikian, para anak didiknya bisa mengenal budaya kampung halamannya.
“Jangan sampai seni tradisi itu punah, yang penting anak memahami dulu mengenal dulu, kalau ada yang mendalami silakan,” kata Erni.
Dewasa ini, anak muda cenderung malah menguasai lagu-lagu dari negara asing. Sekalipun tidak memahami makna dalam liriknya. Erni memang tak keberatan sekalipun anak didiknya menguasai alat musik khas dari luar negeri, seperti gitar, bass, piano maun drum. Namun idealnya, harus mampu pula memainkan alat musik tradisional.
“Nanti kedepannya mau digabung dengan alat musik moderen silahkan, tapi tradisi terus jangan ditinggalkan,” pungkasnya.