SENIN, 18 APRIL 2016
Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : Rustam / Sumber Foto : Ebed de Rosary
MAUMERE – Taman Kota Maumere yang letaknya sangat strategis di pusat kota dan dikelilingi kompleks pertokoan, dibiarkan terlantar oleh Pemkab Sikka. Taman Kota seluas ± 1 hektar ini biasanya hanya dipergunakan pemerintah saat hari pangan sedunia daan lebih sering dipergunakan oleh lembaga swadaya masyarakat ketika menggelar acara di luar ruangan.

Bangunan kamar mandi dan WC yang sudah tidak berfungsi
Dua buah bangunan WC dan kamar mandi yang dibangun di sebelah selatan taman sudah tidak berfungsi. Pintu ruangan terlepas dan disandarkan ke tembok. Lubang WC dipenuhi kotoran manusia. Bau menyengat tercium saat Cendana News memantau lokasi ini.
Antonius Dasi seorang warga Maumere yang ditemui Cendana News, Senin ( 18/4/2016) sedang bersantai di tempat ini mengatakan, taman kota kalau siang hingga malam, biasanya dipakai sebagai tempat nongkrong dan mabuk-mabukan oleh sopir dan kernet angkutan kota dan angkutan pedesaan serta bus antar kabupaten.
“Biasanya mereka berkumpul bermain kartu sekalian minum Moke atau Arak. Sayang sekali bila taman ini dibiarkan terlantar saja oleh Pemda Sikka,” ujarnya.
Fransiska Bere yang ditemui sedang menunggu angkutan pedesaan di bagian selatan taman saat ditanyai Cendana News terntang kondisi taman mengatakan, seharusnya taman ditata dan diberi pagar. Selain itu kata Siska sapaannya, lampu taman juga perlu dipasang dan bunga yang ada dirapikan.
“Coba bapak lihat, rumput saja tidak pernah dipotong belum lagi sampah bertebaran dimana-mana.Kalau taman seperti ini siapa yang mau manfaatkan, paling hanya jadi tempat mabuk dan pacaran saja,”sesal Siska.
Ditambahkan Siska, harusnya Pemda Sikka menjaga dengan lebih baik dan diberi pagar agar masyarakat juga tidak sembarangan masuk. Selain itu, lanjut Siska, bangku taman perlu diperbanyak dan disediakan tempat sampah yang lebih banyak.
“Kalau fasilitas sudah disediakan, perlu ada petugas yang mengawasi tapi tidak setiap hari. Bila perlu Satpol PP tiap hari kontrol ke sini biar taman tidak disalahgunakan,” saran Siska.
Disaksikan Cendana News,hampir semua tiang lampu, bola lampunya sudah tidak ada di tempatnya. Kaca penutup bola lampu terlihat pecah berserakan di tanah. Diduga bola lampu di taman ini dijarah masyarakat. Selain itu, rumput di sekeliling taman mulai meninggi dan belum dipotong.
Di bagian timur, taman yang luasnya sekitar 2500 meter persegi ini, sebuah bangunan bekas taman kanak-kanak hampir rubuh. Atap dan sebagian tembok sudah terlihat miring dan mengenai tanah. Bangunan ini pun terkesan dibiarkan ambruk karena sudah lama tidak dimanfaatkan. Di taman hanya terlihat kumpulan para sopir, penumpang dan juga para penjual yang mulai menempatkan gerobak jualan hingga masuk ke area taman. Taman yang dilengkapi patung dengan logo bola dunia ini semakin hari semakin merana tanpa sentuhan tangan pemerintah Kabupaten Sikka.