Sempat Terjadi Bentrokan, Penggusuran Pasar Ikan Luar Batang Tetap Dilanjutkan

SENIN, 11 APRIL 2016
Jurnalis : Eko Sulestyono / Sumber Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Penggusuran bangunan di sekitar kawasan Pasar Ikan Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara berjalan sesuai dengan rencana meski sebelumnya sempat diwarnai aksi unjuk rasa dan bentrokan antara aparat keamanan dengan warga setempat. Masyarakat yang selama ini berjualan ikan di Pasar Ikan Luar Batang ngotot mempertahankan lapak-lapak dagangannya yang sudah lama menjadi tempat mereka mencari nafkah dan penghidupan yang telah berlangsung selama bertahan-tahun.
Proses penggusuran
Mereka tampaknya tidak rela dan tidak menerima begitu saja lapak-lapaknya digusur tanpa alasan yang jelas oleh Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. 
Sehari sebelumnya, Minggu (10/4/2016) puluhan alat-alat berat seperti Excavator dan Buldozer telah disiapkan di sekitar kawasan Pasar Luar Batang. Diperkirakan sekitar 4.000 aparat keamanan gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepolisian Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya dikerahkan untuk memgamankan lokasi Pasar Luar Batang selama proses penggusuran.
Pantauan Cendana News, sebelum melakukan proses penggusuran, sejak pukul 06:00 WIB, aparat keamanan terlebih dahulu mengadakan apel di kesatuannya masing-masing-masing. Satu jam kemudian atau sekitar pukul 07:00 WIB, seluruh aparat keamanan gabungan sudah berada di lokasi kawasan Pasar Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Setelah memastikan situasi aman dan terkendali, beberapa saat kemudian alat-alat berat seperti Excavator dan Buldozer mulai bekerja melakukan tahapan proses penggusuran.
Namun jalannya proses penggusuran Pasar Ikan Luar Batang tidak berlangsung mulus, ratusan warga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut sempat bersitegang menolak penggusuran, bahkan sempat diwarnai aksi unjuk rasa dan bentrokan dengan ratusan aparat keamanan. Dalam aksi tersebut sempat diwarnai lempar batu dan kayu. Namun kejadian tersebut tidak berlangsung lama, aparat keamanan gabungan langsung sigap dan bergerak cepat untuk meredam bentrokan tersebut, sehingga tidak sampai mengganggu proses penggusuran seluruh Pasar Ikan Luar Batang.
Sementara itu, Basuki Tjahaja Purnama Gubernur DKI Jakarta yang akrab dipanggil Ahok tersebut berdalih bahwa penggusuran Pasar Ikan Luar Barang tersebut penting, karena akan dibangun Turap untuk mencegah banjir dan rob akibat naiknya permukaan air laut yang mengakibatkan abrasi. Kemudian kawasan bekas Pasar Luar Batang tersebut rencananya juga akan dibangun destinasi wisata yang lebih moderen, sehingga kesan kotor, bau dan kumuh perlahan tapi pasti akan hilang.
Hingga pukul 11:00 WIB, seluruh kawasan Pasar Ikan Luar Batang tampak terlihat luluh lantak nyaris tak tersisa dan rata dengan tanah, total yang digusur sebanyak 596 bangunan dan lapak. Namun ada satu bangunan yang tidak ikut digusur yaitu bangunan asli yang rencananya akan dijadikan sebagai bangunan cagar budaya Pasar Ikan Luar Batang peninggalan pada masa Pemerintah Kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1897.
Aparat yang berjaga di lokasi
Sholihin, warga masyarakat yang selama ini berjualan aneka ikan laut segar di Pasar Ikan Luar Batang mengatakan, “kita ini rakyat kecil nggak bisa apa-apa, hanya bisa pasrah dan menerima apapun kebijakan seperti penggusuran seperti ini, kami sama sekali tidak diberi kesempatan atau pilihan, tak tahu lagi ke depannya hidup dan masa depan kami  akan seperti apa nantinya,” terangnya saat ditemui Cendana News di Pasar Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (11/4/2016).
Lihat juga...